Statistik Blog

Kejadian ini sebetulnya sudah berjalan beberapa bulan, dan sejak itu saya jadi panas dingin seperti orang kena penyakit thypus *Lebay ah. Ada peningkatan jumlah pengunjung di statistik blog ku, awalnya saya senang, kemudian heran, dan akhirnya tercengang. Pengunjung meningkat rata-rata 10 orang (idih 10 orang aja kok repot). Dan yang membuat saya terkejut adalah, link asal dimana blog saya terklik adalah salah satu webblog porno. Saya berpikir keras mengapa blog saya bisa ter-link ke blog tersebut, sejadi-jadinya saya mengumpat! Akhirnya setelah lewat dua hari saya mendapatkan jawaban yang mungkin sedikit membuat urat leher saya longgar. Saya kira ada yang dengan sengaja me-link blog saya, tapi ternyata dengan judul tautan dari posting berjudul “Siapa yang Nyerempet Siapa” termasuk dalam possibly related post yang teracak secara otomatis di webblog porno tersebut. Segera saja kirim surat ke Matt, agar blog tersebut dilumat masuk ke septic tank!!

Dari situ saya juga mendapat simpulan kecil, bahwa pengunjung webblog porno cukup tinggi, termasuk yang mengklik tautan-tautan serupa yang ‘hanya’ tak sengaja teracak secara otomatis ke pengguna wordpress lainnya. Sama halnya postingan Idrus dahulu kala yang pernah ‘mencak-mencak’ gegara judul postingnya yang rada sensual padahal membahas hal lain, namun meningkatkan klik pencarian dari google yg cukup tinggi. Kemudian dianulir, ternyata judul postingannya yang sensual seperti itulah yang meningkatkan statistik blognya, dikira tulisan porno gitu. Doh!!

Advertisements

Award untuk Anna Marissa

award

Baru pagi tadi saya melihat tayangan infotainment yang mengabarkan tentang perayaan anniversary pernikahan mereka yang ke satu tahun. Baru tadi pagi saya melihat kondisi Gugun gondrong sekembalinya ia dari berobat di Singapore. Anna Marissa, sang istri yang dengan setianya mendampingi Gugun untuk meniup lilin kue ulang tahun mereka dan memotong kue, tampak bahagia dan tentunya penuh haru biru dari cahaya matanya. Sumpe! Anna marissa telah menunjukkan kesetiaannya dalam satu tahun ini selama mendampingi Gugun. Hampir setengah tahun kabar Gugun yang terkapar tidak sadar dan tanpa daya untuk menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang suami, namun Anna tetap berada di samping suaminya. Percayakah anda, menurut saya ini adalah cobaan terberat bagi seorang istri di pernikahannya yang belum seumur jagung dalam kebahagiaan. Belum lagi masa depan yang tentunya tak dapat dirangkai seindah dulu, dikarenakan keterbatasan kesehatan sang suami saat ini. Sungguh, saya sangat terharu atas kesabaran dan keteguhan Anna Marissa. Saya dedikasikan award kesetiaan kepada Anna Marissa, semoga ini adalah bukti cinta tulus sebenarnya, dan tak kan pernah buram sampai akhir hayat. Semoga kisah hidup Anna marissa dan Gugun akan terus mengabadi sampai akhir zaman. Saya do’akan semoga Allah mengaugerahkan keberkahan pada kalian berdua, dan memulihkan kesehatan Gugun seperti sedia kala. Amiin

Sumber gambar: di sini

Dalam Genggaman

Awal bulan Ramadhan tahun ini (2008) saya sempat kehilangan dompet di perpustakaan Unpad Jatinangor. Betapa shocknya saya ketika sadar kehilangan kira-kira sejam setelahnya. Keluar dari perpustakaan jam 11.30 dan sadar setelah keluar dari masjid Ibnu Sina Unpad ba’da zuhur jam 12.30. Lemas semua rasa persendian tubuh ini, langsung menunduk dan beristighfar. Saya harus mampu meletakkan segala barang-barang duniawi ini di tangan bukan di hati. Karena ketika harus melepaskannya, maka tinggal dilepaskan dari pegangan tangan. Namun bila barang-barang duniawi ini disimpan di hati (teramat dicintai.red) maka tentunya akan sulit untuk dilepaskan.

:clinguk2: Buat saya, dompet adalah hal yang cukup penting dan krusial. Kemanapun saya pergi dengan jarak lebih dari 100 meter atau pergi lebih dari satu jam, maka dompet biasanya selalu dibawa serta.

Inilah dompet yang sekarang saya pakai. Sebetulnya ini dompet bekas yang diberikan oleh kakak perempuan saya. Sepintas seperti dompet lelaki, tapi kecil kemungkinan para lelaki memakai dompet merk Shopie Martin hehe. Mungkin usia dompet ini sudah lebih dari lima tahun, tapi kulitnya tetap bagus dan menkilap bila disemir sedikit.

Saya suka dompet tiga sayap ini, karena bisa memuat banyak kartu dan juga ada tempat untuk uang recehnya. Next kita lihat apa aja isinya

Nah ini dia! Yang membuat dompetku tebel adalah kartu-kartunya hehehe kalo duitnya sih ga seberapa, paling buat beli bensin seminggu. Mulai dari kartu yang penting sampai kartu tak penting. Karena suka nyoba membuat akun di beberapa bank (sekaligus membandingkan), jadi ada beberapa ATM (BNI Syari’ah, Syariah Mandiri, Muamalat Shar’e plus Asuransi Takaful, Bank Mandiri konvensional). Trus juga nyimpen SIM A dan C, STNK, KTP, Kartu Perpustakaan Daerah, Kartu Pemilih (ga milih di pilkada kemarin hehe), dan kartu diskon Rabbani. Kalo dibongkar lebih lanjut bisa ditemuin foto keluarga yang dibuat pas tahun 2004 silam (duh masih polos banget!), ada struk belanja, ada tanda bukti transaksi ATM, kartu berobat Puskes, ada kartu nama kenalan dan relasi, dan ada jepit klip. Hehehehe

:evillaugh:

Yep, tulisan ini terinspirasi dari blog YuK Iyus yang juga membongkar isi kelepehnya. Bukan bermaksud pamer atau riya’, tapi katanya kepribadian orang juga dapat dilihat dari isi dompetnya. So, menurut kamu, saya ini gimana??

:ngelamun:

Vira Arsyad

Sangatlah pasaran memang nama “Vira”, mulai dari mbak Vira Anwar yang saya kenal sebagai penyiar di Trijaya FM Palembang, dan terakhir adalah Ibu Vira Arsyad, dengan nama lengkap Hj. Sri Vira Chandra Darmelayanti, SS., MA sebagai calon anggota DPR-RI no.urut 3 daerah pemilihan Sumsel I. Baru kesempatan ini (tepatnya hari Jumat 14 Nop 08) bertemu langsung dengan Ibu Vira. Sebelumnya hanya melihat beliau hadir di acara-acara yang dihadiri oleh CAD dari Partai Keadilan Sejahtera. Ibu Vira yang berperawakan keibuan, namun tak hilang wibawa dan kecerdasan yang tampak merona dari auranya. Dalam acara arisan ibu-ibu Persatuan Wanita Islam Wilayah, Ibu Vira menghimbau agar selektif dalam memilih partai mana yang sesuai untuk memimpin bangsa, Ibu Vira juga menghimbau agar tidak mudah termakan isu yang kerapkali dilemparkan kepada PKS mengenai aliran-aliran serta perbedaan pendapat (khilafiyah) dalam hal fiqh yang cenderung sensitif bagi masyarakat muslim. Dalam acara itu pula, Ibu Vira dan Ibu Yulfa (caleg DPRD Provinsi no.urut 3 daerah pemilihan 1 Kota Palembang) meminta dukungan dalam pemilihan umum 4 April 2009 mendatang.

Pindah Rumah

Alhamdulillah, inilah rizki bersilaturrahmi. Entahlah, saya memang manusia penuh alpa, saya sudah lupa dimana pertama kali bertemu dengan Gusti Agung yang rendah hati namun sangat cerdas. Mulai dari bisnis pulsa online, hingga sekarang saya punya uang receh sendiri buat bayar bensin hehehe :D, dan hari ini saya ditutorialkan habis-habisan untuk bikin domain baru heheheh (owalah…bodohnya aku!). Nanya temen-temen lain di wongkito yang punya domain sendiri ga ada yang lagi online, kecuali Nike. Uuuu thank’s berat ya my brother ‘n sister, udah mau direpotin malem-malem.

Jadi resmi sudah pindahan rumah hari ini. Dan saya tetapkan tanggal 10 November 2008, tepat pada peringatan Hari Pahlawan, sebagai hari baru bagi rumah baru saya… plok..plok..plok… *gunting pita sambil menitikkan air mata haru huhuhuhu…

Alhamdulillah semoga dengan rumah baru ini, saya bisa lebih produktif dalam berkarya lintas mata, dan semua saya niatkan untuk kebaikan. Barokallahulaka wa baroka ‘alayka wajama’a bainakuma fii khoirr… (Lha koq do’a buat orang nikah 😀 )

Menghormati Pejalan Kaki

Sudah menjadi tren di jalanan, bahwa pengguna kendaraan di jalan raya harus menghormati pejalan kaki. Dengan maraknya slogan-slogan tersebut (sebetulnya sudah sedari dulu dipromosikan), pengguna jalan raya pun berhati-hati dan ekstra sabar dalam menyetir. Namun hari ini ternyata kesabaran saya sedang diuji (*sebetulnya sedang ekstra ujian dah!). Ceritanya gini, di perempatan jalan kolonel atmo-pasaraya JM (depan Bank Mandiri), ada dua tanda lampu merah dari arah JM (persis depan Bank Mandiri). Satu untuk belok kanan dan satu untuk jalan lurus. Bila jalan lurus sedang hijau maka yang belok kanan akan merah, namun ketika yang belok kanan hijau maka yang lurus tetap ikut hijau. Nyaris saja saya menabrak orang ketika kedua lampu tidak sama hijau. Karena baris paling kanan ada mobil yang berhenti, saya dengan kesadaran penuh tancap gas melewati lampu hijau buat jalan lurus, dan di sanalah tragedi terjadi sodara-sodara. Sekali lagi! saya berteriak dari atas my blue clues ku. “woy mbak, liat-liat lampunya dong!” astaghfirullah…. jantung ini rasanya mau keluar dari rongganya, dan kepalaku berdenyut, nyut-nyut-nyut, gimana coba kalau sampai ketabrak. Eh, si mbak-mbak malah bales neriakin saya. Ah, dasar pejalan kaki sombong banget. Di satu sisi menyuruh pengguna kendaraan menaati peraturan, tapi dia sendiri ga menjalankan kewajibannya.

Jendela Hati

Ada kerinduan menelusup setiapkali sampai di tanah berjarak tiga puluh dua kilometer dari pusat kota yang kududuki saat ini. Tanah yang menjadikanku ada dari ketiadaan, namun sekarang tidak menjadi payung lagi bagi “kegilaan”ku.

Seusai praktikum farmasi yang membuatku bersin-bersin karena serbuk-serbuk obat yang berhamburan di udara, saya duduk manis dalam mushalla yang ada di belakang laboratorium anatomi bersama teman-teman dari empat program lainnya (tetap dengan tisu untuk mengelap rembesan dari hidung tentunya^^). Setelah sekian lama tidak jumpa dengan mereka, kami melumatkan kerinduan dalam balutan erat jabat tangan dan pelukan. Pertemuan yang dimuwajihi oleh kak Jon Dries, ternyata di luar harapan saya. Begitu pedas susunan kalimat yang keluar dari mulutnya menyinggung seonggok jiwa hina yang telah dengan pedenya duduk di baris depan, membuatku mengayunkan kaki ke teras, tak tahan. Apalah saya tuan. Untungnya rasa bahagia berjumpa dengan teman lama mampu menutupi kegusaran yang sempat ada, hehehe

Jendela Hari, by Saujana

Aku ingin hidup secerah mentari yang menyinar di taman hatiku

Aku ingin seriang kicauan burung yang terdengar di jendela kehidupan

Aku ingin segala-galanya damai, penuh mesra membuah ceria

Aku ingin menghapus duka dan lara, melerai rindu di dalam dada

Sedamai pantai yang memutih

Sebersih titisan embunan pagi

Dan ukhuwah kini pasti berputih

menghiasi taman kasih yang harmoni

Seharum kasturi, seindah pelangi

segalanya bermula di hati

Download di sini