Kedaruratan Gigi

Ada beberapa hal menyangkut kedaruratan gigi, antara lain

  1. Gigi patah
  2. Gigi tanggal
  3. Sakit gigi

Gigi Patah

Jika gigi anda patah, maka pertolongan pertama yang dapat diberikan antara lain:

  1. Kompres area gigi yang patah dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin. Hal ini berguna untuk mengurangi pembengkakan
  2. Patahan gigi disimpan, dimasukkan ke dalam wadah yang di dalamnya terdapat susu cair atau simpan di bawah lidah
  3. Segera ke dokter gigi

Gigi Tanggal

Pertolongan pertama pada gigi yang tanggal dibedakan menurut usia gigi, apakah termasuk gigi susu atau gigi permanen.

Pada anak-anak kurang dari 7 tahun (gigi susu), jika terjadi patah gigi dapat dilakukan kompres dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin pada tempat gigi yang tanggal. Jika anak mau, dapat diberikan es batu untuk dikulum di mulut untuk mengurangi pembengkakan.

Pada orang dewasa (gigi permanen), gigi yang tanggal dapat dipasang kembali jika masih dalam masa 20 menit – 2 jam (golden pediod) segera pergi ke dokter gigi. Adapun pertolongan pertamanya antara lain:

  1. Pegang gigi yang tanggal pada mahkotanya dan bukan pada akarnya
  2. Jangan bersihkan gigi atau menggosoknya dengan benda apapun
  3. Bilas gigi dengan air biasa yang mengalir selama 10 detik
  4. Jika dimungkinkan, masukkan gigi kembali ke mulut ke dalam tempatnya semula, setelah itu gigit kain yang sudah dibasahi dengan air dingin untuk menahan gigi yang tanggal pada posisinya
  5. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan, maka segera masukkan gigi ke dalam wadah yang berisi susu cair atau simpan dalam mulut di bawah lidah.
  6. Segera ke dokter gigi

Sakit Gigi

Penyebab utama sakit gigi adalah gigi berlubang dan masalah pada gusi. Walaupun, sakit gigi juga bisa disebabkan oleh kelainan lain di luar gigi, seperti kelainan di hidung, telinga bahkan di jantung.
Adapun hal-hal yang bisa dilakukan untuk menangani sakit gigi sebelum anda ke dokter gigi antara lain:

  • Untuk mengurangi sakit dapat minum obat pengurang sakit seperti paracetamol atau aspirin. Akan tetapi aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena dapat menimbulkan komplikasi serius.
  • Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, panas atau dingin maupun yang pedas karena bisa mengiritasi gigi dan semakin menimbulkan rasa sakit
  • Berkumurlah dengan air garam yang hangat setiap jam
  • Pada gigi yang berlubang, sumpallah lubang tersebut dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak cengkeh
  • Segera ke dokter gigi jika sakit berlanjut (perawatan yang tepat yakni dengan menghilangkan atau mengobati penyebab)

sumber : KlikDokter, serial diktat kuliah

Sakit gigi ku, sakit…sakitnya….

weleh, weleh sudah lama neh ga online, dah lama juga ga ngelanjutin tulisan tempo hari. Yo wiss, tak lanjutin nje..

1. Host

Mulutnya kamu, giginya kamu, aliran air liur (saliva), ini nih kita sebut host. Kalo air liurnya sedikit, otomatis self cleansing pada rongga mulutmu jadi minim. Ada macam-macam penyebabnya. Kalo mulut terasa kering, pertolongan pertama dengan banyak minum air.

Trus ada juga yang gigi-giginya mempunyai bentuk anatomis yang lumayan rawan untuk tempat sisa-sisa makanan nempel lama. Terkadang hal seperti ini bisa diatasi dengan rajin menggosok gigi atau gigi dipreparasi dan ditumpat dengan jenis composite.

2. Mikroorganisme

Sudah menjadi takdirnya, keluarga bakteri normal dalam mulut berfungsi untuk memetabolisme sisa makanan yang nemperl sehingga menghasilkan asam. Asam ini mampu membuat kalsium menjadi larut dalam konsentrasi tertentu. Dalam 30 menit pertama setelah makan, mulut terasa asam adalah hal yang normal. Cukup dengan minum air atau berkumur untuk menghilangkan rasa asam ini, tapi ingat, jangan langsung di gosok dengan sikat gigi. Karena dengan menyikatnya dapat mendukung abrasi gigi semakin besar.

Kuman-kuman ini biasanya tidak mampu memetabolisme jenis karbohidrat berupa polisakarida dengan rantai panjang terlebih lagi pada rantai polisakarida ini terdapat gugus alkohol atau bisa disebut gula alkohol, contohnya xylitol dan sorbitol. Jenis gula ini dapat mengurangi insidensi terjadinya karies.

3. Jenis Makanan

Nah, jenis makanan ini juga mampu merangsang produksi saliva dalam mulut lebih banyak. Coba kita tes, kalo kamu melihat makanan yang lezat biasanya kamu akan merasakan mulut menjadi lebih basah, atau liuran kata orang. Dilihat saja bisa membuat air liur membanyak apalagi dimakan. Tapi kenyataannya tidak pada semua jenis makanan demikian. Pada makanan yang terlalu lengket malah dapat menghambat atau menghalangi air liur keluar.

Bakteri juga lebih suka pada makanan berkarbohidrat, dan ini dapat mendukung proses metabolisme yang menghasilkan asam. Seperti yang telah ditulis sebelumnya, mengkonsumsi xylitol atau sorbitol setelah makan-makanan yang manis dapat menurunkan insidensi terjadinya karies.

4. Waktu

Jangan biarkan ketiga faktor diatas berlama-lama dalam mulut kamu. Tanpa waktu yang lama, maka makan-makanan yang manis dan lengket pun tidak apa-apa, asalkan setelah itu kamu bisa memastikan tidak ada sisa makanan di sela-sela gigi mu.

Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur, karena tidur adalah fase terpanjang dalam sehari dimana kamu berada dalam keadaan tidak sadar (secara normal).

Sakit Gigi

Kamu pernah merasakan menderitanya sakit gigi??

ya, rata-rata kebanyakan orang pernah menderita sakit gigi. Prevalensi penyakit karies gigi ini sangat besar di dunia, hampir tidak ada orang yang tidak terserang karies. Gigi bolong, bercak hitam atau cuma tumpukan karang gigi bisa menjadi penyebab berkembangnya karies ke tahap yang lebih parah. Jangan artikan parah ini sampai menyebabkan kematian (sebetulnya bisa jadi), tapi artikan sebagai semakin buruk dari normal.

Terjadinya karies ini tidak serta merta, tapi ada 4 faktor pendukung; jenis makanan, host (keadaan lingkungan gigi dan mulut), mikroortganisme/bakteri, dan waktu atau lamanya mengendap.

nah, kita bahasa satu per satu ya…

Sebelumnya kalau ada yang mau ikut berdiskusi, silahkan saja dengan senang hati….