Vira Arsyad

Sangatlah pasaran memang nama “Vira”, mulai dari mbak Vira Anwar yang saya kenal sebagai penyiar di Trijaya FM Palembang, dan terakhir adalah Ibu Vira Arsyad, dengan nama lengkap Hj. Sri Vira Chandra Darmelayanti, SS., MA sebagai calon anggota DPR-RI no.urut 3 daerah pemilihan Sumsel I. Baru kesempatan ini (tepatnya hari Jumat 14 Nop 08) bertemu langsung dengan Ibu Vira. Sebelumnya hanya melihat beliau hadir di acara-acara yang dihadiri oleh CAD dari Partai Keadilan Sejahtera. Ibu Vira yang berperawakan keibuan, namun tak hilang wibawa dan kecerdasan yang tampak merona dari auranya. Dalam acara arisan ibu-ibu Persatuan Wanita Islam Wilayah, Ibu Vira menghimbau agar selektif dalam memilih partai mana yang sesuai untuk memimpin bangsa, Ibu Vira juga menghimbau agar tidak mudah termakan isu yang kerapkali dilemparkan kepada PKS mengenai aliran-aliran serta perbedaan pendapat (khilafiyah) dalam hal fiqh yang cenderung sensitif bagi masyarakat muslim. Dalam acara itu pula, Ibu Vira dan Ibu Yulfa (caleg DPRD Provinsi no.urut 3 daerah pemilihan 1 Kota Palembang) meminta dukungan dalam pemilihan umum 4 April 2009 mendatang.

Advertisements

Hari Blogger Nasional dan Sumpah Pemuda

Tepat pada hari ini, 27 Oktober silam, ditetapkan sebagai Hari Blogger Nasional oleh Mentri Komunikasi dan Informatika (sumber: detikInet). Sebagai seorang blogger, saya turut berbangga karena dua hal. Pertama, blogger-blogger di Indonesia diakui keberadaannya. Kedua, karena Hari Blogger Nasional ini bersebelahan harinya dengan Hari Sumpah Pemuda, yang mengingatkan saya pada sejarah kebangkitan bangsa dan sejarah blog, yang keduanya dipelopori oleh para pemuda. Semoga pemuda-pemuda Indonesia tetap ingat dan setia pada sumpahnya, dan terus membangun Indonesia lebih baik dan bermartabat.

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928


Perjuangan Nyamuk Betina

Kamu tahu kan dengan nyamuk? tahu dong…masa’ tempe huhehe iyep! nyamuk yang suka gigit kamu malam ataupun pagi hari yang bisa buat kulit kamu jadi bentol, merah, dan gatal. Dibalik semua umpatan kita kepada nyamuk, ternyata nyamuk memiliki kisah hidup yang unik yang dapat ditarik hikmahnya.

Dalam daur hidupnya, nyamuk mengalami metamorfosis sempurna, seperti halnya kupu-kupu, dari Telur-Larva-Pupa-Dewasa. Kalau kamu melihat jentik nyamuk di air yang bergerak aktif, itu disebut Larva. Tapi bila kamu melihat yang seperti tanda koma dan tidak bergerak, berarti dia sudah diam berada pada fase pupa. Dari semua pupa yang ada dalam satu kubang, maka yang pertama kali keluar dari pupanya adalah nyamuk jantan. Filosofinya adalah, karena ia jantan maka ia harus duluan, seperti halnya laki-laki yang menjadi pemimpin. Baru setelah jantan keluar dari pupanya, disusul oleh nyamuk betina. Begitu pejantan ini melihat betina yang siap, maka nyamuk jantan segera mengawini nyamuk betina. Namun begitulah hidup, dia yang duluan datang, dia pula yang duluan pergi. Setelah kawin, nyamuk jantan langsung tewas, hiks…janda deh nyamuk betinanya (*hehehe)

Nah, tidak selesai sampai di situ Karena si betina sudah dikaruniai benih dari si jantan tadi, maka betina wajib menjaganya, memberinya nutrisi, sampai telur-telurnya menetas ke air. Di sini kita lihat lagi filosofinya, betapa sang induk akan sangat menyayangi anaknya dan akan terus berjuang untuk menghidupi anak-anaknya walau bahaya menantang. Lho, kenapa bahaya yang menantang? Benar sekali! Kamu tahu, nyamuk yang suka menggigit kamu ternyata adalah nyamuk betina, karena kebutuhan betina untuk makan dan memberi nutrisi bagi benihnya. Walau dengan konsekuensi dan resiko besar di tabok oleh manusia yang digigitnya, namun sang induk tetap berjuang agar bisa menghisap darah (*hahahhaha…)

Sudah deh cukup. Penjelasan tambahan :

Nyamuk betina menghisap darah untuk mengambil protein darah guna perkembangan benih nyamuk. Sangat suka darah manusia, namun kadang, darah hewan pun jadi. Sedangkan nyamuk jantan memperoleh nutrisi dari sumber lain seperti sari, gula, dsb. Kalau kita menaruh semangkuk kolak di tempat gelap saat magrib atau petang, sejam kemudian biasanya kita menemukan nyamuk terjebak dalam kuah. Bisa dipastikan itu nyamuk jantan.

Nyamuk juga bukan penyebab demam berdarah. Sebtulnya ini hanya salah kaprah saja, karena kebanyakan iklan suka “mau gampang”nya aja. Penyebab demam berdarah sebetulnya dari virus DHFV (Dengue Haemoragic Fever Virus), sedangkan nyamuk adalah vektor pembawa. Begitupula dengan malaria.

Dedicate to my Parasit’s teacher, Mr.Ramdja

Bi-, Duo, Dwi, Duet

Alhamdulillah, setelah sekian lama belum mengomentari tentang pemilihan gubernur sumsel, akhirnya punya kesempatan juga. Pemilihan kepala daeran (Pilkada) Sumatera Selatan yang telah berlangsung pada 4 September silam sudah diumumkan pemenang pilkada dengan perolehan suara terbanyak. Dialah pasangan nomer urut pertama: Alex Noerdin dan Eddy Yusuf. Seperti yang dikutip dari inilah.com, Alex Noerdin – Eddy Yusuf yang dikenal dengan julukan ALDY itu memperoleh 1.866.390 suara. Sedangkan pasangan Syahrial Oesman – Helmy Yahya memperoleh 1.764.373 suara, selisih suara hanya 100.000. Kalo 100rb itu duit, bisa dibeliin pulsa ya hehehe. Walaupun pasangan SOHE kalah, namun saya tetap kagum pada Kak Helmy, dia tetap menunjukkan eksistensinya untuk membangun Sumsel dengan usahnya dalam mengajukan proyek ke Pemkot Palembang dalam membangun kawasan kampung Kapitan dengan tanpa merusak kekhasan dari Kampung Kapitan sendiri.

Mudah-mudahan akan ada banyak pemuda Sumsel lainnya yang telah berhasil menuntut ilmu dan berkarya diluar sana, yang kembali ke tanah kelahirannya untuk membangun Sumsel lebih baik. Yang Muda Yang Berkarya adalah jargon untuk pemuda sekarang yang ingin menunjukkan eksistensinya pada bumi pertiwi ini. Selamat menunaikan ibadah pembangunan gegegegegege

Nah liat nih foto di samping (model: Ari & Anton)

Lantas apakah betul pemuda adalah yang banyak gaya? Pada kenyataannya yang banyak gaya memang para pemuda, sebab yang sudah tua memang beda selera gaya dengan pemuda. Entertaintment dan lifestyle yang diagung-agungkan seolah menjadi jargon pemuda jaman sekarang. Pemuda yang lahir sebagai generasi baru kehidupan pengganti terdahulu semestinya membawa perubahan baru pula, perubahan positif tentunya. Peranan pemuda (yang sudah saya tanyakan pada mbah gugel) antara lain: pemuda sebagai generasi harapan, pemuda sebagai generasi yang memahami kondisi realitas masyarakat, pemuda sebagai generasi yang aktif dan inovatif, pemuda sebagai potret yang mampu mempresentasikan nilai-nilai luhur kehidupan.

Ah, ngaco thread ini, sepertinya punya dua topik berbeda dalam satu thread huehehehe

Laskar Pelangi

Senyum-senyum nonton trailer Laskar Pelangi. Dimana-mana baca bukunya pasti lebih menarik, hayo kita tonton kehebatan sang sutradara mengimplementasikan cerita novel ini dalam wujud audio dan visual.

Tunggu tanggal mainnya!

OST. Laskar Pelangi (Nidji)

mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

Download OST. Laskar Pelangi

Web BPPM Ibnu Sina

Alhamdulillah, Badan Pengembangan Potensi Muslim Ibnu Sina (BPPM Ibnu Sina) FK Unsri sekarang sudah melaunching web barunya, buah karya adik-adik tingkat.

Klik disini Web BPPM Ibnu Sina

BPPM Ibnu Sina, merupakan badan semi otonom di bawah BEM FK Unsri. Sebelum lahirnya organisasi di program studi kedokteran gigi, saya sudah terlebih dulu bergabung di BPPM ibnu sina ini. Di sinilah pertama kalinya saya belajar berorganisasi dan berdakwah sekaligus. Sekarang, bila saya melihat BPPM maka saya akan mereload balik memori saya ketika pertama kali masuk kuliah dan melihat satu-satunya organisasi ini yang menarik hati bak magnet. Di semester kedua, saya ikut training dasar kampus yang diadakan oleh BPPM Ibnu Sina, dari sini juga mulai perasaan berkobar, dan seterusnya ikut berbagai training dasar lain, kegiatan BEM, TBM-S, BSMI, Medifka, dan lain-lain… Semoga semangat ini tak perlanh luntur