Blogshop Kompasiana Palembang

pose sebelum acara

Sebelumnya makasih buat Kompasiana yang sudah ngadain acara blogshop di Palembang tanggal 19 Maret 2010, di Hotel Jayakarta Daira Palembang. Mau gak mau, acara seperti ini menjadi daya tarik besar bagi para blogger, terutama kami, Komunitas Blogger WongKito yang sudah lama gak ngumpul aka. kopdar. Ada Hajier yang dari awal kenal di dunia maya belum pernah ketemu sampai dengan hari ini, Nike, Huang, Nita, Eriek, Idrus, Trendy, Fanda. Juga teman-teman dari DSIM like Uwie, Zakaria, Harpani, Anton, Reni, Rahap, Lilik (maaf kalau ada keselip nama).

Acara yang molor setengah jam tidak membuat kami khawatir, seperti halnya delayed pesawat hehehe. Waktu senggang seperti ini kami manfaatkan untuk say hello ke teman-teman yang sudah lama tidak ditemui, atau kenalan dengan peserta lain yang hadir. Lebih dari 100 kursi yang disediakan ternyata tidak semuanya terisi, kira-kira ada 8 round table saja yang terisi, menurut perhitungan teman sih ada 36 orang saja. Hmm.. apanih yang perlu dikoreksi, mestinya blogshop ini bisa dihadiri ratusan orang, walau goodybag yang disediakan terbatas. Beberapa teman yang merasa malu datang ke acara ini dikarenakan namanya tidak muncul di halaman daftar peserta yang telah diverifikasi. Sayang kan ya, padahal ia bisa tetap masuk dan menimba ilmu sebenarnya. Saran saya, kalau ada yang merasa punya sifat seperti itu kayaknya sekali-sekali perlu dilawan dengan tampang ‘masa bodoh’ yang penting dapet ilmu, kalau setelah datang ke TKP ternyata memang gak boleh masuk ya baru balik kanan bubar hehehe.

Materi pertama disampaikan oleh mas Iskandar Zulkarnaen, admin Kompasiana. Bercerita mengenai statistik pengguna social media. Sedikit agak membosankan, bukan pada materinya, karena mata saya agak rabun sehingga tidak bisa membaca apa yang ditampilkan di layar.

Ba’da ishoma lanjut ke materi kedua. Sebelum materi kedua dimulai, biasanya suka banget foto-foto temen, dan ngetag temen yang minta difoto.

Heru Margianto, pemateri kedua yang powerful, cocok banget membawa materi setelah makan siang yang biasa bikin ngantuk. Baru-baru mulai kita sudah dijejal dengan pertanyan “menulis itu gampang atau susah?”, setelah sebelumnya diperlihatkan tulisan Alanda Kariza dan Raditya Dika, maka dapat disimpulkan jawaban dari pertanyaan tersebut adalah… “GAMPANG”!

Beberapa hal yang paling sering membuat seseorang menganggap “menulis itu susah”, antara lain minder dengan tulisan, gak ada ide, dan stuck. Ya, saya sudah mengalami semuanya, maka dari itu saya hadir di blogshop ini. Alhamdulillah, sejatinya blogger, saya sudah bisa menulis sesuai karakter saya, walaupun karakter tulisan saya sudah banyak dimiliki orang lain.Terbukti dengan adanya blog yang saya miliki, saya bisa memperhatikan perkembangan tulisan saya, walaupun kenyataan pahitnya adalah bahwa tulisan saya gak punya kemajuan banyak setelah sejak 2005 ngeblog hahahaha

Kompasiana Blogshop Palembang

Kompasiana Blogshop Palembang

 

 

Advertisements

Dari Seminar Bersama PDGI


Selama dua hari 24 – 25 Juli 2010 kemarin, telah terselenggara Sriwijaya Dentistry 2010, sebuah seminar ilmiah nasional dan hands on yang diadakan oleh PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) cabang Palembang, bertema “Dengan Mengikuti Perkembangan Teknologi dalam Bidang Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat, Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Layanan Dokter Gigi”.

Pose bareng drg. Sri W. Rais, salah satu pengurus PDGI Palembang

Secara kebetulan, beerapa mahsiswa diminta bantuannya untuk menjadi panitia. Salah satunya saya yang kebetulan kebagian tugas menjadi operator kelengkapan seminar, seperti mempersiapkan bahan presentasi, laptop, LCD, proyektor. Ini kali kedua saya ngikut dokter-dokter gigi di acara seminar, alhamdulillah bisa dapet ilmu banyak. Malam harinya panitia yang diketuai oleh drg. Fernando Banjarnahot mengajak peserta seminar dan peserta stand bazar untuk Musi Tour and Dinner sambil menikmati Sungai Musi malam hari.

Ada banyak pembicara yang mengisi materi seminar selama dua hari tersebut, antara lain :

drg. Rudi Wigianto, Ph.D

drg. Dudi Aripin, Sp.KG

Prof. dr. Aznan Lelo, Sp.FK, Ph.D

drg. Taofik Hidayat, Sp.KG

Kombes. Pol. drg. Doddy S.H.S., Sp.Prost

drg. Harry N.S.

drg. Hananto Seno, Sp.BM., MM., Ph.D

drg. Ira Komara, Sp.Perio

drg. Heriandi Sutadi, Sp.KGA (K)

drg. Emillia J. Siswanto, Sp.Ort

Selain seminar ilmiah, dilaksanakn pula lima jadwal hands on dengan materi berbeda. Di luar ruangan, terdapat banyak stand bazar dengan diskon yang lumayan. Pameran yang diikuti 14 perusahaan dental equipment ini juga yang ‘memaksa’ ku membeli beberapa keperluan praktek nanti, kebetulan diskonnya besar dan dipikir-pikir tahun depan belum tentu dapet harga segini, akhirnya saya cuma mampu membeli satu set tang ekstraksi dewasa, citojet untuk anestesi, dan pinset berkunci, segitu aja membuat tabunganku terkuras… hiks.. *curcol

And last, thanks to the dentists, yang udah ngajakin kami mahasiswa ‘culun‘nya ini buat ikutan bantu-bantu, jangan kapok ngajak kami kerja bareng ya dok!

Bersama Penulis


“Abang sudah makan nak? jangan lupa diminum obatnya, banyak minum air putih. Mana mbak? sini ummi mau bicara. Apakabar sayang?…” dst..

Kira-kira itulah sepenggal percakapan antara ibu dan anak-anaknya yang terpisah jauh. Teknologi selalu memberi kesan bahwa jarak tidak ada artinya, tetap bisa mengontrol kegiatan anak-anak setiap hari meskipun jarak jauh membentang. Namun pertemuanlah yang sesungguhnya hanya mampu menggenapkan rindu, tak akan ada bantahannya, apalagi berhubungan dengan psikologis anak-ibu. Begitulah Sinta Yudisia, seorang ibu muda berusia 36 tahun, penulis novel best seller The Road to The Empire (sekarang sudah terbit novelnya berjudul Reinkarnasi, dan di bulan Juni mendatang akan segera terbit novel berjudul Existere), yang saya dampingi selama kurang lebih dua hari. Pengalaman yang luar biasa!!

Diawali di Sabtu pagi saya nemenin teman-teman dari FLP Palembang untuk menjemput mbak Sinta Yudisia di bandara, sekaligus memfasilitasi transportasi beliau selama di Palembang. Agenda hari sabtu itu cukup padat. Saya manut saja pada jadwal acara panitia untuk mbak Sinta. Setelah pagi di jemput di bandara, langsung dibawa ke mess tempat diadakannya rakerwil FLP Sumsel. Kemudian di lanjutkan acara bedah buku novel “Reinkarnasi” di toko buku Gramedia Atmo sampai pukul 5.30 pm. Nggak sengaja ketemu Huang di sana, dan kami ngobrol-ngobrol macem-macem walau gak terlalu lama. Antusias yang nonton lumayan rame, kayaknya 80% yang duduk di sana anak FLP semua hehehe. Malamnya kami berkeliling mulai dari Masjid Agung sampai duduk di angkringan perahu alias warung kopi terapung. Lagi-lagi ketika di perjalanan pulang menuju mess, saya mendengar beberapa kali mbak Sinta yang menelepon anak-anaknya, sekedar menanyakan kabar dan aktivitas yang dilakukan mereka sore ini. Tak lupa pula dengan kerendahan hati memohon agar anak-anaknya mendoakan kesuksesan acara besok pagi. Subhanallah, rasanya kok saya iri gimana gitu, alangkah idealnya keluarga mereka. Inilah yang saya suka jadi petugas penerima dan pendamping tamu, saya bisa banyak belajar dari kehidupan pribadinya, selain saya bisa ngobrol langsung dengan beliau.

Hari Ahadnya kegiatan workshop di hotel Paradise. Peserta yang hadir juga lumayan banyak, dan banyak juga yang berasal dari luar kota Palembang. Mungkin ke depannya perlu lebih sering mendatangkan tamu-tamu penulis buku dari luar kota agar mampu menginspirasi penulis pemula di Palembang dan sekitarnya. Di dalam workshop tersebut, kita disuruh membuat tulisan dengan tema “mengapa ingin menjadi penulis”. Saya sebetulnya sudah membuat tulisan, hanya belum sempat dibacakan dan dikomentari oleh mbak Sinta. Banyak peserta yang menuliskan bahwa menulis membutuhkan inspirasi. Namun di akhir tulisan saya malah membuat kalimat, “Menurut saya, menulis bukan datang dari sebuah inspirasi, melainkan datang dari perasaan butuh”. Entah, apa tanggapan dari mbak Sinta jika membaca penggalan akhir tulisan saya tersebut. hehehe…

Dari hasil keliling-keliling bareng anak FLP kemarin, saya mendapatkan dua buah buku gratis, yaitu Bertambah Bijak Setiap Hari: 5 Matahari, Novel Senyap Musi Sunyi karya Umi Laila Sari dari FLP Palembang, dan membeli sebuah antologi cerpen FLP Ogan Ilir: Malam Jingga.

Terimakasih untuk teman-teman FLP, dan untuk kak Anton yang sudah menjembatani pertemuan luar biasa dengan makhluk FLP Sumsel: mbak Umi, Baiti, meri, Ady Azzumar, Evi, dll.

(ki-ka) Dina – Sinta Yudisia – Indah – Bertha, pose selesai workshop

Kemanakah…

Hmm kemanakah indah dua minggu ini?? koq gak posting-posting sih?vacation

Haha sabar ya pembaca budiman, minggu depan saya posting beruntun tentang apa yang terjadi selama dua minggu ini. Jangan terlalu terobsesi dengan cerita indah, jangan merindukan tulisan indah. Hanya rehat sejenak, pasti (insya Allah) saya ceritakan hal-hal berkesan dan sempat tercatat dalam memori luar biasa ciptaan Tuhan ini.

Surat Cinta untuk Mama

Kalau saja hari ini bukan hari ibu, mungkin saya pribadi jarang sekali merenungi betapa baiknya, betapa sayang seorang ibu pada anaknya, tapi bukannya saya tidak tahu, hanya saja tidak setiap hari saya renungi. Moment spesial ini saya coba garapi dengan hati dalam menapakinya. Mulai pada acara “8 Inspiring women”-nya PKS hari sabtu kemarin di hotel Sahid Imara, sampai dengan menonton acaranya Mario Teguh “The Golden Ways” di metro TV tadi malam. Begitu mulianya menjadi seorang ibu, begitu banyak kasihnya mengalir tanpa pernah habis, bahkan sekalipun sang ibu tidak lebih baik dari anaknya.

Hingga hari ini saya merasa punya banyak dosa dengan beliau. Mario teguh tadi malam berkata seperti ini, berusahalah untuk sesedikit mungkin bercerita tentang masalah kita pada ibu,  karena walaupun masalah kita kemudian sudah selesai, seseungguhnya ibu masih tetap kepikiran akan masalah kita tersebut, sehingga menjadi ganjalan dan pikiran bagi beliau. Demikiankah mama? Ananda mohon maaf, jikalau satu masalah besar yang ananda ceritakan padamu, telah membuatmu berat hati dan semakin berat ketika harus menyaksikan air mata yang kian meleleh. Aku hanya menceritakan satu masalah ma, berdosakah aku?? maafkan ananda ma.. Akankah ada topik perbincangan lagi dengan mu?

“Inspiring mother”, lima anakmu telah lahir dengan selamat, telah engkau besarkan dengan kasih, telah engkau jauhkan dari kesengsaraan, telah engkau didik dengan agama, telah engkau doakan dengan air mata, telah engkau luruskan dengan ketegasan, telah engkau cerdaskan dengan kedisiplinan. Thanks mom, saya dedikasikan kasih terbaik untuk mu… Love you much!

Award!!

award

Lagi musim nge-Link award kayaknya ya. “Ada award buat indah, ada di blog ku“. Dua award yang mesti saya kerjakan ini dikirim oleh sahabat saya eR Tang hehe alias Fikri. Apa alasan atau latar belakang pemberian award? wah saya juga kurang tau

Tak usah berpanjang lebar lagi. Award pertama adalah BEST OF THE BEST. Yep, i’m the best! hehehe. Syaratnya saya mesti menjelaskan mengapa saya memilih nama dan tema dari blog ini. “Dunia Indah“, kata yang saya pilih untuk menjadi nama blog ini mencerminkan isi dari blog ini sebagai kepunyaan saya sekaligus doa, terdengar ambigu. Untuk theme ini saya pilih karena minimalis tapi punya banyak side bar. Sejak saya punya domain baru sebetulnya masih pilah-pilih theme, so far saya enjoy dengah theme ini, mungkin di lain kesempatan akan mencari theme yang lebih “gw banget” hehehe :mlorok:

award lagi

Award ke dua adalah BUTTERFLY AWARD, ga tahu persis apa maksudnya. Tapi di sana tertulis “For The Coolest Blog I Ever Know” wawwww keren ya, memang saya keren ^^ :tob:

PR selanjutnya

  1. Put the logo on your blog
  2. Add a link to the person who awarded it to you
  3. Link 10 other bloggers of whom you want to give this award to

Nah, sepuluh blogger beruntung yang mendapatkan awarda dari saya adalah… eng ing eng..

  1. Amalia Solicha
  2. Novri Syafri
  3. Febri
  4. Nike Rasyid
  5. Gusti Agung
  6. Mas Koko
  7. Trendy Galih Ryan Andaru
  8. Zara Novita Sari
  9. Alex
  10. Arnova Reza

Silahkan kepada yang namanya tersebut di atas, agar menyelesaikan tugasnya dengan baik ^^

Selamat Menunaikan Tugas Award :gemes: