Setelah Sekian Lama

Masih berada di tanggal 16 April 2015, menyedihkan sekali melihat blog ini terakhir diupdate tahun 2012, dan dalam kondisi ‘pindahan’ layanan. Tiga tahun belakangan bukannya gak ngeblog (iya sih teteup aja jarang ngeblog), tapi kira-kira tahun 2014 di bulan September saya kehilangan jejak rekanan yang mengurusi domain pribadi saya, hingga akhirnya hangus tanpa sempat tertolong sedikitpun, termasuk menyelamatkan tulisan-tulisan terdahulu. Kecewa sih… Pake banget sebetulnya. Tapi ya, karena kehilangan jejak beliau, maka saya bisanya kesel sama tembok! hehehe

Balik deh ke blog ini…

Kenapa ngeblog lagi?

Karena saya merasa ‘butuh’ untuk menyalurkan curcol-curcol saya seperti yang dulu sering saya lakukan. Curcol di blog yang membuat saya semakin pandai menyusun kata, curcol di blog yang membuat saya semakin sabar, curcol di blog yang membuat saya merasa bersih dari dosa mengghibahi orang, dan yaa berharap saya lebih luwes dan legowo. Efek lain dari ngeblog yang lainnya yaaa nuntut ajalah di belakang hehe..

Walau waktu untuk curcol gak sebanyak dulu (sebelum nikah dan punya anak), yaaa kita coba saja..

Eh, ngomong-ngomong pas baca tulisan-tulisan lama di blog ini jadi senyum-senyum sendiri (kadang ngakak), ternyata saya norak ya (atau sekarang makin dewasa) cieee…

Tentang Insiden


Sabtu pagi ( 4/6) kemarin saya mendapat tugas untuk menjemput beberapa tamu pembicara yang baru landing pagi itu. Hingga kendaraan kami melaju pelan di Sudirman, tepatnya di sebrangan kodam, entah mengapa mobil seperti gak bisa berhenti padahal sudah di rem habis. Kondisinya waktu itu lampu hijau baru menyala. Dan duaaarr!! mobil saya menabrak mobil carry warna merah. Saya kaget, tapi berusaha tetap tenang. Dan dua orang di kursi tengah agak terpental ke depan. Segera saja saya melongokan kepala ke depan, membuka kaca jendela dan mengacungkan tangan ke kanan, maksudnya agar bisa menepi ke sebrang kanan di depan ruko yang area parkirnya kosong. Sekali lagi, kepala saya ringan sekali, pertanda cemas tinggi.


Bismillah, saya awali sebelum keluar dari mobil. Syukurnya saya tidak mendengar hardikan dari empunya carry, dia cuma tanya, “aduh mbak, kenapa mobil saya ditabrak, mbak ngelamun ya?”, jawabku “oh, nggak pak!” Langsung saja saya meminta maaf dan buru-buru bilang bahwa ini adalah kesalahan saya dan saya akan mengganti rugi kerusakan bamper mobil belakangnya. Saya langsung berinisiatif memberikan SIM C saya, dan kami bertukar nomor hp. Saya meminta maaf lagi dan berterimakasih. Sebersit saya sangat bersyukur karena tidak mendengar kemarahan atau omelan empunya mobil, karena kalau datang-datang saya dimarahi di tengah jalan, saya pikir akan menambah buruk psikis saya yang kaget. Terus terang ini kali pertama saya menabrak mobil orang.

Bagaimana kondisi mobil (ortu) saya? Alhamdulillah mobil kami tidak ada yang benyok, lumayan kuat juga bamper depannya. Sepintas kelihatan tidak ditabrak lho. Sangat bersyukur. Yang agak bengkok sedikit itu cuma di bagian pelat nomor kndaraan saja, dan bagian penutup tempat lampu kabut. Itu juga kalau sekilas gak akan kelihatan. Dan sedikit cat yang mengelupas, tapi bukan lecet.

Sampai di venue, kunci mobil saya serahkan ke Eriek, kalau-kalau nanti ada pembicara yang minta di antar kesana-kemari. Saya sih gak merasa trauma, tapi keluhan pembicara yang kebetulan kakinya agak kejepit sudah di live twit dan seluruh dunia tahu hehehe lebay. Teman-teman panitia di venue gak ada yang tahu kecuali Eriek yang saya beritahu langsung, selebihnya tahu via twitter (inilah kehebatan twitter). Dan kami melewati event sampai minggu malam dengan lancar. Orang tua saya juga belum dikabari tentang insiden sabtu pagi itu, masih belum siap. Biar saja nanti kalau masalah dengan yang ditabrak sudahh kelar baru deh diceritain. Walau sebenarnya sangat berharap ada yang bisa diajak diskusi dan curcol gelisah. Tapi saya juga gak mau memberatkan orang lain, terlebih memberatkan saudara maupun orang tua di rumah.

Minggu malam itu saya susah tidur. Kepikiran terus, kira-kira berapa biaya masuk bengkel mobil carry itu. Kira-kira tabungan mana yang mau dibobol, karena beberapa tabungan saya di sejumlah bank, angkanya lumayan mengkhawatirkan, padahal bulan depan kan saya mau masuk koas dan belum beli peralatan. Selain kepikiran biaya, saya juga mimpi buruk berulang malam itu. Nyata dan jelas, saya benci mimpi seperti ini apalagi mimpinya mimpi buruk. Saya bermimpi di kondisi sabtu pagi itu lagi, beberapa kali terbangun sampai duduk dan menjerit, beberapa saya bisa putus sampai sebelum adegan menabrak. Akhirnya saya coba duduk dan banyak beristighfar, dan berhenti mencoba tidur.

Sampai keesokan harinya saya ditelpon yang empunya mobil. Dia bilang biayanya sekian, dan orang bengkelnya gak mau kurang. Mendengar angka yang disebutkannya saya langsung bilang gakpapa nanti saya lunaskan. Ternyata angka yang disebutkannya tidak seperti bayangan saya. Karena di beberapa pengalaman kecelakaan orang lain yang merusak bamper mobil bisa habis berjuta-juta, belum lagi aksi pemerasannya. Sepertinya orang empunya mobil ini orang jujur, makanya saya gak neko-neko.

Selasa sore kami berjanji bertemu di bengkel untuk melunaskan pembayaran dan mengembalikan SIM C. Ada kerusakan lain di mobil orang itu, lampu sen (bener gak tulisannya) sebelah kanan pecah, tapi katanya gak usah diganti gakpapa. Lalu kami ngobrol-ngobrol macem-macem. Kata montirnya, “ah kecelakaan ini dasaran aja mau dapet saudara baru”, iya ku pikir betul juga. Saya yang mencoba beritikad baik, dan orang yang punya mobil juga baik. Saya juga sempat mampir ke rumahnya yang gak terlalu jauh dari bengkel tadi. Sebelum berpisah, saya berikan sekantong buah-buahan untuk hadiah, jangan sampai ada omongan tak sedap walau kita sudah melunaskan kewajiban masing-masing.

Ini adalah pengalaman besar bagi saya. Pertama, bahwa kecelakaan itu sebetulnya tidak ada yang pernah mau, dan tidak pernah disengaja. Kedua, tidak usah takut meskipun kita bersalahh ataupun tidak. Kalau memang salah, akuilah. Kalau benar, bela-lah. Ketiga, ketika kecelakaan terjadi segeralah perbanyak istighfar dan shalawat, ini akan menenangkan, lebih-lebih akan memberikan keberanian. Keempat, tunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah. Kelima, jangan menaikkan tensi darah maupun intonasi suara, ini akan membuang-buang energi. Keenam, rajin-rajin menabung hehehehe

sumber gambar : gugling