Milli and Nathan

Karena ditraktir kak Goiq bersama teman-teman lainnya, dan pengen ikutan kuis komentarnya, jadilah saya rela nonton film Indonesia ini. Pastinya saya dan juga teman-teman satu romobongan yang lain pada saat itu sudah mempersiapkan diri akan harapan-harapan yang gak mungkin ada di film ini. Jelas, film drama cinta, masih nampak seperti sinetron masuk bioskop.

Bercerita tentang Milli (Olivia Jensen) dan Nathan (Christ Laurent) yang duduk di bangku SMA dan saling menjalin cinta. Masing-masing mereka mempnyai pandangan yang berbeda tentang masa depan. Nathan yang cerdas berpandangan bahwa masa depan yang ia impikan akan ditempuh melalui bangku perguruan tinggi, sedangkan Milli sangat tidak berminat untuk kuliah karena cita-citanya yang ingin menjadi penulis. Menurut Nathan, ia tidak akan bisa konsentrasi pada kuliahnya jika terus berpacaran dengan Milli, akhirnya mereka putus. Putus dengan kesadaran, namun mereka tetap berteman baik, bahkan seperti tidak ada bedanya mereka putus, hanya tidak bertemu saja karena di dua kota berbeda. Sebetulnya masing-masing mereka masih saling menyayangi, namun terkendala akan hambatan-hambatan yang mereka buat sendiri. Seharusnya ketika mereka menghadapi masalah harus dicari slusinya, bukan malah putus bubar balik kanan. Akhirnya Milli mencoba membuka hati untuk laki-laki lain. Namun memang perasaannya berbeda, ketulusan cinta yang ada lebih surficial, dan akhirnya mereka juga putus. Hingga suatu hari Nathan yang masih datang dan pergi, kini datang lagi, seolah memberi harapan. Pada saat yang sama juga sepertinya Nathan terkena sakit yang parah yang tidak diberitahunya kepada Milli. Dan kembali memutuskan hubungan dengan Milli.
Saatnya ketika Milli akan menikah dengan pasangan yang telah dipilihnya, datanglah sepucuk surat dari Nathan yang ditulis sebelum Nathan meninggal. Satu kata yang ku ingat, “Lebih baik melihat Milli marah daripada melihat Milli bersedih”. Romantis, tapi dramatis.
Menurutku, pasangan seharusnya bisa dan mampu saling mengkomunikasikan kondisi masing-masing. Bukan saling membelakangi, atau malah berbohong.

Film ini cantik banget, terutama pemandangan-pemandangan, dan dekorasi-dekorasi ruangan yang keren. Tapi film ini gak sarat moral, kebalikan film serdadu kumbang yang malah sarat dan padat moral. Film ini tidak menunjukkan sisi reward dan punishment dari tingkah-tingkah yang sering ditemui dikalangan remaja.

Advertisements

One thought on “Milli and Nathan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s