Tentang Insiden


Sabtu pagi ( 4/6) kemarin saya mendapat tugas untuk menjemput beberapa tamu pembicara yang baru landing pagi itu. Hingga kendaraan kami melaju pelan di Sudirman, tepatnya di sebrangan kodam, entah mengapa mobil seperti gak bisa berhenti padahal sudah di rem habis. Kondisinya waktu itu lampu hijau baru menyala. Dan duaaarr!! mobil saya menabrak mobil carry warna merah. Saya kaget, tapi berusaha tetap tenang. Dan dua orang di kursi tengah agak terpental ke depan. Segera saja saya melongokan kepala ke depan, membuka kaca jendela dan mengacungkan tangan ke kanan, maksudnya agar bisa menepi ke sebrang kanan di depan ruko yang area parkirnya kosong. Sekali lagi, kepala saya ringan sekali, pertanda cemas tinggi.


Bismillah, saya awali sebelum keluar dari mobil. Syukurnya saya tidak mendengar hardikan dari empunya carry, dia cuma tanya, “aduh mbak, kenapa mobil saya ditabrak, mbak ngelamun ya?”, jawabku “oh, nggak pak!” Langsung saja saya meminta maaf dan buru-buru bilang bahwa ini adalah kesalahan saya dan saya akan mengganti rugi kerusakan bamper mobil belakangnya. Saya langsung berinisiatif memberikan SIM C saya, dan kami bertukar nomor hp. Saya meminta maaf lagi dan berterimakasih. Sebersit saya sangat bersyukur karena tidak mendengar kemarahan atau omelan empunya mobil, karena kalau datang-datang saya dimarahi di tengah jalan, saya pikir akan menambah buruk psikis saya yang kaget. Terus terang ini kali pertama saya menabrak mobil orang.

Bagaimana kondisi mobil (ortu) saya? Alhamdulillah mobil kami tidak ada yang benyok, lumayan kuat juga bamper depannya. Sepintas kelihatan tidak ditabrak lho. Sangat bersyukur. Yang agak bengkok sedikit itu cuma di bagian pelat nomor kndaraan saja, dan bagian penutup tempat lampu kabut. Itu juga kalau sekilas gak akan kelihatan. Dan sedikit cat yang mengelupas, tapi bukan lecet.

Sampai di venue, kunci mobil saya serahkan ke Eriek, kalau-kalau nanti ada pembicara yang minta di antar kesana-kemari. Saya sih gak merasa trauma, tapi keluhan pembicara yang kebetulan kakinya agak kejepit sudah di live twit dan seluruh dunia tahu hehehe lebay. Teman-teman panitia di venue gak ada yang tahu kecuali Eriek yang saya beritahu langsung, selebihnya tahu via twitter (inilah kehebatan twitter). Dan kami melewati event sampai minggu malam dengan lancar. Orang tua saya juga belum dikabari tentang insiden sabtu pagi itu, masih belum siap. Biar saja nanti kalau masalah dengan yang ditabrak sudahh kelar baru deh diceritain. Walau sebenarnya sangat berharap ada yang bisa diajak diskusi dan curcol gelisah. Tapi saya juga gak mau memberatkan orang lain, terlebih memberatkan saudara maupun orang tua di rumah.

Minggu malam itu saya susah tidur. Kepikiran terus, kira-kira berapa biaya masuk bengkel mobil carry itu. Kira-kira tabungan mana yang mau dibobol, karena beberapa tabungan saya di sejumlah bank, angkanya lumayan mengkhawatirkan, padahal bulan depan kan saya mau masuk koas dan belum beli peralatan. Selain kepikiran biaya, saya juga mimpi buruk berulang malam itu. Nyata dan jelas, saya benci mimpi seperti ini apalagi mimpinya mimpi buruk. Saya bermimpi di kondisi sabtu pagi itu lagi, beberapa kali terbangun sampai duduk dan menjerit, beberapa saya bisa putus sampai sebelum adegan menabrak. Akhirnya saya coba duduk dan banyak beristighfar, dan berhenti mencoba tidur.

Sampai keesokan harinya saya ditelpon yang empunya mobil. Dia bilang biayanya sekian, dan orang bengkelnya gak mau kurang. Mendengar angka yang disebutkannya saya langsung bilang gakpapa nanti saya lunaskan. Ternyata angka yang disebutkannya tidak seperti bayangan saya. Karena di beberapa pengalaman kecelakaan orang lain yang merusak bamper mobil bisa habis berjuta-juta, belum lagi aksi pemerasannya. Sepertinya orang empunya mobil ini orang jujur, makanya saya gak neko-neko.

Selasa sore kami berjanji bertemu di bengkel untuk melunaskan pembayaran dan mengembalikan SIM C. Ada kerusakan lain di mobil orang itu, lampu sen (bener gak tulisannya) sebelah kanan pecah, tapi katanya gak usah diganti gakpapa. Lalu kami ngobrol-ngobrol macem-macem. Kata montirnya, “ah kecelakaan ini dasaran aja mau dapet saudara baru”, iya ku pikir betul juga. Saya yang mencoba beritikad baik, dan orang yang punya mobil juga baik. Saya juga sempat mampir ke rumahnya yang gak terlalu jauh dari bengkel tadi. Sebelum berpisah, saya berikan sekantong buah-buahan untuk hadiah, jangan sampai ada omongan tak sedap walau kita sudah melunaskan kewajiban masing-masing.

Ini adalah pengalaman besar bagi saya. Pertama, bahwa kecelakaan itu sebetulnya tidak ada yang pernah mau, dan tidak pernah disengaja. Kedua, tidak usah takut meskipun kita bersalahh ataupun tidak. Kalau memang salah, akuilah. Kalau benar, bela-lah. Ketiga, ketika kecelakaan terjadi segeralah perbanyak istighfar dan shalawat, ini akan menenangkan, lebih-lebih akan memberikan keberanian. Keempat, tunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah. Kelima, jangan menaikkan tensi darah maupun intonasi suara, ini akan membuang-buang energi. Keenam, rajin-rajin menabung hehehehe

sumber gambar : gugling

 

Advertisements

9 thoughts on “Tentang Insiden

  1. wah, sayang ya ga ada link “like” seperti di FB ya, klo ada.. mbak langsung nge-klik deh. Sukses buat Indah d^_^b

  2. gak pa pa kan jadi kenangan indah sama Mas Iman dan Mas Donny hehhehe … dan Indah terkenal ke seluruh dunia hehehehe…

    btw jadi pengingat aja Ndah…

    *singitansebelumdigocoh*

  3. Indah, terimakasih ya udah susah2 menjemput dan mengantar kami semua rombongan dari Jakarta untuk acara Blogilicious Palembang. Soal insiden itu dimana saya menjadi salah satu saksi kejadiannya, semoga mendapatkan hikmah terbaik ya. Alhamdulillah, bisa diselesaikan secara baik2 dan tidak emosional. Thanks ya Indah. Tetap semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s