Umra’s Tips and Tricks

Ini sekedar sharing pengalaman ketika umrah, karena sebelum pergi juga saya tanya sana-sini ke orang yang sudah pernah melakukan perjalanan ini.

Pertama, persiapan ruh. Ini berkaitan dengan niat dan tekad. Jika ada rizki dan terbesit ingin berangkat umrah maupun haji, maka harus segera dipertimbangkan untuk disegerakan. Perlu diingat bahwa baik haji maupun umrah adalah ibadah bagi yang ‘mampu’ (fisik maupun finansial), jadi bertawakkallah pada Allah dalam berikhtiar.

Kedua, umrah di Indonesia pada umumnya banyak dijalankan oleh travel agent-travel agent. Nah, jika ingin pergi melalui travel agent, pilihlah agent yang banyak direkomendasikan. Mungkin teman, tetangga, atau saudara kamu yang pernah menggunakan agent tersebut, tanyakan ongkos, fasilitas, waktu, dan pengalamannya bersama agent tersebut. Kalau punya bandingan dengan travel agent lain mungkin lebih baik. Pertimbangan biasanya ada pada biaya, lama perjalanan, program selama perjalanan. Kebetulan travel agent yang kami pilih kemarin programnya 11 hari dan 2x jumat, jadi bisa dapet jumatan 1x di Madinah, dan 1x di Makah. Beberapa jamaah dari daerah lain yang kebetulan saya ajak ngobrol di sana, ada yang ikut program 9 hari, dan malah 17 hari. Travel agent biasanya menerima pendaftaran terakhir maksimal tiga sampai dua minggu sebelum keberangkatan, dikarenakan dalam waktu tersebut digunakan mereka untuk pengurusan visa, ticketing, booking hotel, dll. Jadi putuskan yang matang, dan siapkan segala dokumen yang dibutuhkan.

Ketiga, persiapan fisik. Usahakan minimal 1 minggu sebelum perjalanan kamu rajin berolah raga rutin setiap hari. Ini akan sangat bermanfaat. Umumnya, kita tidak mengenal kondisi geografis di sana. Bisa saja dapat hotel yang dekat, atau hotel yang jauh. Selain itu, halaman masjid sangat luas, jika ingin mencapai shaf shalat di dalam masjid maka cuma jalan kaki yang bisa ditempuh, atau kursi roda bagi yang sakit (tetep aja yang sehat harus mendorong)

Keempat, persiapan bawaan. Melalui travel agent, biasanya akan diberi satu travel bag dan satu tas selempang. Travel bag yang diberi umumnya kapasitas 15 liter. Iya, kecil sih apalagi untuk perjalanan 11 hari. Saya suka bawa satu lagi travel bag jinjing yang lebih kecil atau ransel yang lumayan besar untuk baju tambahan dan makanan kecil dan dibawa ke atas kabin pesawat (tidak masuk bagasi). Karena saya perempuan, maka untuk perempuan saya sarankan bawalah :

  • Pakaian ihram untuk umrah yang praktis dan menutup aurat lengkap (untuk perempuan). Pakaian ihram untuk perempuan syaratnya adalah menutup aurat dan bersih, tidak harus putih, walau kita umumnya lebih nyaman memakai warna putih. Sedangkan laki-laki adalah dua helai kain putih
  • Pakaian sehari-hari yang menutup aurat, yang nyaman dan praktis. Misalnya, saya lebih suka memakai gamis dari pada pakaian dua potong (atasan dan bawahan), mengingat kapasitas travel bag yang terbatas. Bawalah 4-5 potong pakaian termasuk pakaian tidur. Nah, di sana nanti cuci aja sendiri. Jangan lupa bawa sabun cuci dan hanger. Kalu perlu tali plastik rafia untuk tambahan tali jemuran di toilet kamar hotel (wekekekeke). Kalau enggan mencuci, di sana juga ada yang menawarlaaundry tapi gila mahal euy.
  • Empat sampai lima potong jilbab, ciput, dan kaos kaki. Sama saja posisinya dengan pakaian. Bawa yang praktis saja seperti jilbab langsungan. Kemarin saya bawa jilbab langsungan atau jilbab bergo katun bordir padang yang berkaret di kepala dan panjang sampai pergelangan tangan (simpenan punya mama sih, jadi modelnya emak-emak banget hee). Jadi di sana saya tidak memakai mukena tambahan karena jilbab sudah panjang, dan tinggal ditambah manset untuk lengan bawah. Tapi jika memang lebih khusyuk pakai mukena, ya silahakan dibawa mukena atau rukuh yang ringan dan nyaman.
  • Peralatan mandi secukupnya. Krim atau lotion pelembab kulit, dan lip balm/lip gloss pelembab bibir. Ini juga dua benda yang penting, mengingat di sana panas sekali, bibir cepat kering, dan tumit kaki juga suka pecah-pecah.
  • Obat-obatan. Perlu diperhitungkan juga tanggal haid mu, jika kelihatannya dekat dengan tanggal haid dan khawatir kena pada saat di perjalanan, mungkin kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan agar diberi obat anti perdarahan dengan dosis tertentu. Karena sangat disayangkan jika sampai terkena haid selama disana, mengingat pendeknya waktu yang kita punya yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk beribadah di masjid. Karena, barang siapa yang shalat di masjid Nabawi maka pahalanya 1000 kali lipat, dan barang siapa yang shalat di masjidil haram maka pahalanya 100.000x lipat.
  • Untuk tas selempang kecil, bawalah Quran dan buku-buku doa, atau buku petunjuk umrah, agar bisa dibaca sepangjang perjalanan di pesawat misalnya.
  • Jika perlu, bawalah kaca mata hitam dan masker kain.

Kelima, persiapan ilmu. Seperti halnya shalat maupun haji, umrah juga punya syarat sah, rukun, dan hal-hal yang membatalkan. Maka sebelum berangkat perlu juga dipelajari apa saja tertib pelaksanaan ibadah umrah. Baca-baca juga mengenai sejarah Madinah dan Makah, serta tempat-tempat mana saja yang mustajab untuk berdoa. Selain itu, sempatkan untuk mencari tahu lokasi masjid dan hotel via google map misalnya. Ini akan membantu mapping selama di sana. Lokasi masjid yang sangat luas dan pintu yang serupa kadang membuat kita bingung. Intinya menghafal jalan masuk. Misal, di masjid Nabawi kami kemarin masuk dari pintu 25, maka hafalkan tulisan dan nama pintunya, sekalian angka arabnya juga. Nah, di masjidil haram agak lebih repot lagi, dikarenakan pintu masuk masjid yang melingkar mengitari masjid, serta pintu masuk laki-laki dan perempuan juga sama, tidak setertib di Nabawi. Kebetulan hotel kami kemarin tepat di belakang hotel Hilton yang menjulang, dan disampingnya terdapat hotel baru (lupa namanya) yang lebih tinggi dan di puncaknya terdapat jam yang sangat besar yang terlihat dari segala penjuru Makah. Jadi jam tersebut menjadi patokan kami jika tersasar.

Perlu diketahui:

  • Di pintu masuk perempuan masjid Nabawi selalu ada pemeriksaan dan penggeledahan oleh asykar, mulai dari tas, kantong kresek yang dibawa, sampai badan. Yang dilarang dibawa: kamera, hp berkamera, botol air minum 1 liter yang lebih dari 1, dan senjata. Oleh karena itu bawalah hp biasa yang tidak berkamera. Tapi bila kondisinya terdesak, misalnya saya gak punya hp lain dan harus stand by ditelpon Abah kalau terjadi sesuatu, maka inisiatifnya adalah menyembunyikan hp tersebut *iiihhhaayyy dipentung asykar*. Triknya, simpan di tempat yang gak bakal atau jarang digeledahnya. Asykar perempuan suka menggeledah pinggang hingga tungkai, jadi simpan di selipan kaos kaki, atau selipkan di dalam ciput dibawah gelung rambut. Ah, mudah-mudahan gak berdosa ngasih intrik macam ini hihihi
  • Bawalah selalu kantong kresek untuk menyimpan alas kaki agar bisa disimpan di dalam tas atau bisa dibawa masuk. Sebaiknya tidak menitipkan sendal pada rak yang sudah ada, karena kalau lagi nasibnya bisa hilang hee… Di beberapa pintu masuk masjidil haram disediakan kantong plastik seperti kantong plastik jika kita membeli buah di super market.
    plastik kresek untuk bungkus alas kaki
  • Bawalah selalu botol kecil ukuran 350-600 ml untuk air minum. Isilah botol dengan air zamzam yang disediakan di galon-galon dekat pintu masuk. Sering-seringlah minum air, karena di kedua kota ini sangat panas. Jemuran saja bisa kering dalam enam jam, apalagi tubuh kita yang isinya 80% air. Kalau agak pusing-pusing sedikit, coba perbanyak minum zamzam, karena sebab pusing bisa jadi dikarenakan dehidrasi yang tidak disadari. Karena udara yang panas, menurut saya lebih enak minum air zamzam yang netral atau tulisan di galonnya not cold, karena perbedaan suhu yang ekstrim untuk penduduk tropis seperti kita bisa membuat runyam tenggorokan jika minum yang dingin. Dikarenakan zamzam dingin dari galon atau keran betul-betul dingin seperti keluar dari kulkas.
    galon air zamzam
  • galon air zamzam
  • Jangan khawatir kepanasan di masjid. Di masjid Nabawi, AC-nya ON terus, malah kadang-kadang membuat kita gampang kentut, pipis, atau ngantuk karena kedinginan hehe. Saran saya pilihlah shaf yang ada ambal/permadaninya jika tidak membawa sajadah, dan tidak duduk dekat tiang (karena sumber AC di bawah tiang). Di masjidil haram juga ada AC-nya, tapi gak semua tempat terasa sedingin di Nabawi, dikarenakan tempatnya yang lebih terbuka, sehingga lebih banyak kipas angin. Oiya, lantai keramik di depan ka’bah juga tidak panas jika siang. Kalau tidak salah terbuat dari marmer atau batu pualam asli yang tidak menyerap panas, sehingga jangan khawatir kaki kepanasan jika mau thawaf di siang hari.
    tuh, orang-orang nyaman aja duduk duduk di depan ka’bah, lantainya gak panas

Subhanallah segala kemudahan-kemudahan sudah Allah berikan melalui berkembangnya teknologi. Kebayang gak kalau jaman dahulu mau sa’i, sudah panas, bukit bebatuan pula. Kalau sekarang, lantainya aja dingin dan berlapis marmer, ruangan ber AC, banyak keran air zamzam di tengah jalur sa’i. Subhanallah, mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang pandai bersyukur. Mudah-mudahan yang baca tulisan ini juga bisa menapakkan kaki ke dua tanah haram, amiiin.

wallahu’alam bishshowab.

Advertisements

One thought on “Umra’s Tips and Tricks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s