Jogja! (part 3)

Saya buat beberapa part kayak gini karena belum sempat menuliskannya secara full di blog hehehe. Eh, maaf sebelumnya kalau posting kali ini rada-rada berat benwit karena banyak foto

Senin, 4 April 2011

Hari ini dua keponakanku libur, entah libur apa. Mungkin anak kelas 6 ada ujian. Jadi kita punya rencana mau ke Taman Pintar. Hani si sulung mengajak temannya, namanya Reta. Ketika sampai di TKP ternyata Taman Pintar ini tutup, katanya kalau hari senin itu semacam hari maintenance gitu. Jadilah akhirnya kita terus ke Taman Sari atau disebut juga Water Castle. Taman Sari ini seperti bangunan tempat raja/sultan dan para istrinya mandi. Tempatnya berupa kolam-kolam air dan beberapa ruangan istirahat. Tak jauh dari sana terdapat juga masjid bawah air. Konon pada jaman dahulu kala masjid ini memang letaknya di bawah air karena letaknya yang lebih rendah dari daratan, yang disekitarnya juga terdapat danau. Bangunannya berupa lingkaran, ditengahnya terdapat tangga. Lantai pertama untuk jamaah perempuan, dan lantai dua untuk laki-laki. Tentunya bangunan ini sekarang tidak digunakan lagi sebagai masjid.

Dari sana kami menuju Kota Gede. Kota Gede ini banyak sekali pengrajin perak, tapi kita gak melihat-lihat pengrajin peraknya. Kita ke Makam Imogiri. Sebetulnya di sini tidak terlalu menarik, hanya ada Masjid Kota Gede yang tertulis dibangun dari tahun 1856-1926, konon ini masjid tertua di Yogyakarta. Di samping-sampingnya banyak makam para Senopati. Dan juga ada beberapa kolam yang konon dulu dipakai para dayang atau prajurit untuk mandi. Di salah satu kolamnya terdapat mata air yang terdapat banyak ikan, salah satunya ikan lele yang gedeeee banget. Nah, yang gak saya suka, dari awal masuk tadi kami dikuntit dua ibu-ibu yang berbahasa jawa abis (halaaah gak ngerti banget deh), dan jadi guide tanpa diminta. Sampai di kolam lele ini dia baca doa yang kira-kira isinya dia meminta kebahagiaan, atau apalah, kepada IKAN tersebut. Nah, ini betul-betul ngerusak akidah, bantahku. Tapi sayang, cuma dalam hati saja. Karena dijelaskan pun kayaknya mereka akan bebal, sama bebalnya dengan beberapa masyarakat di Merapi yang dulu enggan dievakuasi. Mohon maaf, ini bukan rasis loh.

scene di salah satu tepian kolam

Foto di masjid bawah air

iyeeeaaaa... gak narsis, gak eksis hehehe

di depan pintu masuk Masjid Kota Gede

Selasa, 5 April 2011

Iyaak! Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu, kita ke Taman Pintar!! Apa sih Taman Pintar? TP itu sejenis area yang berisikan segala macam histori, kultur, sains, budaya, dan teknologi. Pernah denger dong PPIPTEK di Taman Mini Indonesia Indah? nah kira-kira semacam itulah.

Tiket masuk rupanya agak mahal. Kalau gak salah 18 ribu untuk dewasa. Satu tiket itu terdapat tiga bagian. Aneh juga pikirku. Dan ternyata tiket tersebut untuk tiga arena berbeda. Arena pertama itu menceritakan sejarah kesultanan Yogyakarta beserta barang peninggalan dan acara-acara di kesultanan, sejarah proklamasi kemerdekaan, presiden-presiden yang pernah menjabat dan barang-barang peninggalan bersejarah nasional. Uniknya, gedung full AC ini selain memajang foto dan barang-barang, di sana juga terdapat video interaktif seperti edu game kebanyakan, yang dipasang dengan LCD dan proyektor. Segala sejarah kesultanan terdapat di sana dan kita bisa memilih sejarah sultan mana misalnya. Selain itu terdapat juga maket-maket yang dilengkapi dengan lampu informasi. Seru deh!

Masuk ke wahana berikutnya. Beda gedung sih, kalau gak salah namanya gedung oval. Di pintu masuk, kita disambut dengan akuarium yang besar di kanan kirinya, jadi serasa di Sea World gitu hehe. Di dalam gedung yang bentuknya memang oval atau bulat, terdapat serangkaian percobaan-percobaan iptek. Mulai dari percobaan listrik statis yang bisa buat rambut berdiri, permainan melepaskan gelang-gelang besi, paku ajaib, dan lain-lain. Menuju ke lantai dua, persisnya tidak menaiki tangga tapi lantai yang membulat naik sampai ke lantai 2. Di dinding-dindingnya banyak terdapat penjelasan-penjelasan dan gambar-gambar mengenai benda-benda langit dan antariksa. Menarik sekali, karena mengingatkan cita-cita saya ketika SMA yang ingin jadi astronom hehe. Setelah dari gedung oval dengan beragam sains, berikutnya ke ruangan budaya. Mulai dari pajangan batik, keris, gamelan, maket borobudur, dan lain-lain. Sayangnya di ruangan ini gak semua buadaya ditampilkan, kebanyakan dari Yogya, dan Jawa. Menurutku, semestinya tampilan budaya-budaya dari daerah lain minimal setengahnya (yang terkenal) bisa ditampilkan juga agar pengunjung setempat bisa mengetahui budaya daerah lain. Setelah dari sana masih ada satu ruangan lain, tapi kami hanya lewati, tidak ikut masuk. Ada ruangan yang menampilkan fil 4D, ruangan broadcasting untuk main jadi presenter-presenteran, dll.

Tidak bermaksud bahwa saya pengagum beliau, cuma mau menunjukkan bahwa tanggal lahir kami sama, kecuali tahunnya hehe

Abah asik nyobain sepedaan bareng si tulang

Capek nih, duduk-duduk dulu di stand zona air untuk kehidupan by Aqua

Mbak Murni yang lagi gaya pura-pura ngebatik

Reta lagi nyobain gamelan

Rabu, 6 April 2011

Hari ini agenda keluarnya cuma jalan-jalan cari oleh-oleh di Pasar Beringharjo. Saya gak sempat jalan-jalan ke pinggiran Malioboro.

Advertisements

3 thoughts on “Jogja! (part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s