Jogja! (part 2)

Jumat 1 April 2011

Nah ini yang menarik, hari ini agendanya Lava Tour, alias jalan-jalan ke Merapi liat sisa erupsi. Saya gak tau persis jalanan ke sana. Tapi yang sempat saya baca yaitu lewat Cangkringan, dan terakhir di desa Umbulharjo, kira-kira gak nyampe satu jam kok menuju sana dari arah Ringroad-Jakal. Sampai di sana mobil tidak boleh masuk lagi, entah mengapa. Mungkin karena jalannya mulai menyempit karena banyak tumpukan pasir yang menutup jalan. Sehingga dari pemberhentian terakhir itu jika mau menuju daerah rumah Mbah Marijan tersedia ojek yang bisa dibayar 20 ribu bolak-balik.

Pasir... semuanya pasir..

Pasir Merapi yang dijadikan objek wisata

Sabtu 2 April 2011

Hari ini ngajak Abah ke Borobudur. Dua hari sebelumnya dapet berita kalau jembatan ke Magelang putus. Betul saja. Tapi kakak saya coba cari informasi dan baca koran, alhamdulillah jembatan satu sisi lainnya sekarang sudah dibuka, tapi jalan cukup merambat. Ketika memasuki daerah Magelang, terlihat pemandangan batu-batu sebesar rumah di sisi jalan. Ternyata batu-batu itu yang terseret air hingga meloncat ke badan jalan. Belum lagi pasir-pasir dan kerikil yang banyaknya sampai beberapa merobohkan rumah dan ruko di sekitar aliran sungai. Gak jauh dari sana baru ketemu jembatan yang putus tersebut. Lebar sungai itu semakin besar dengan besarnya gerusan air yang mengerosi bibir sungai. Tepat di sampingnya terdapat banyak rumah warga, dan yang paling kelihatan adalah masjid. Di halaman belakang masjid itu sendiri sudah sangat dekat erosiny. Woww.. pemandangan yang luar biasa subhanallah.. kekuatan air yang luar biasa..

Pengunjung Borobudur juga menurun. Menurut koran lokal setempat, pasca putusnya jembatan tersebut, wisatawan menyusut, dari yang jumlahnya ribuan, jadi ratusan. Benar saja, hari ini adalah hari sabtu, akhir pekan, tapi Borobudur nampak lengang sekali. Dengan putusnya jembantan Magelang tersebut, wisatawan dari jogja tidak dapat melintas jika mereka menggunakan bus, tapi mesti turun sebelum jembatan dan melanjutkan dengan bis lain setelah jalan kaki melewati jembatan. Pada hari kami ke sana, mobil dengan tonase dibawah 200 ton yang diperbolehkan lewat.

Oiya, sekarang sebelum masuk ke area candinya, kita bakal dikasih pinjam kain dengan motif borobudur warna putih-hitam. Gak tau pasti tujuannya apa. Kain ini dililitkan di pinggang. Mungkin untuk menghormati candi tersebut, yang konon wisman bule-bule gitu sering pake celana pendek hehehe. Bayar karcis masuknya Rp.26000,- (weekend) per orang. Kalo guidenya 60ribu. Karena menurutku agak mahal, yawdah deh gak usah pake guide hehehe.

Narseesss dulu!

Ahad, 3 April 2011

Woooahh.. hari ini jalan-jalan ke Ambarukmo Plaza (Amplaz). Katanya, pada saat selesai mall ini dibangun, mall ini adalah mall terbesar se DIY dan Jawa Tengah, tapi nggak tau ya sekarang, soalnya sudah ada Solo Mall apa gitu yang juga lumayan gede.

Pulangnya siang, hari sudah menggerimis manja. Sesampai di rumah, hujan lebat sampai sedang hingga sore. Padahal pengen latihan pake motor matic biar bisa jalan-jalan sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s