Jalan-Jalan

Awal Januari 2011 lalu adalah kali pertamanya saya ke Pagaralam, Sumatera Selatan, yang terletak di kaki Gunung Dempo. Letak kotanya pun sudah berada di dataran tinggi, masuk daerah perbukitan bukit barisan. Waktu itu saya ketemu mbak Cici untuk pertama kalinya, seorang blogger asal Pagaralam dan sempat merantau ke Jogja dan Jakarta. Dia juga sharing tentang jadwal pernikahannya yang akan berlangsung 26 Februari 2011 dan saya wajib datang.

Namun semua yang terjadi tak sesuai rencana. Oleh karena sesuatu hal, di tanggal yang sama kakak saya juga akan berangkat, sehingga hukumnya wajib bagi saya berada di rumah (apasyeeehh). Jadi keberangkatan saya ke Pagaralam dimajukan. Hari Senin 21 Februari 2011 saya bertolak dari rumah. Palembang-Pagaralam bisa ditempuh kira-kira 8 jam. Dari Palembang saya menggunakan jasa travel Telaga Biru, ongkosnya Rp.80.000,- saja. Dan saya pulang hari kamis pagi dari Pagaralam.

Selama empat hari PP tersebut saya manfaatkan untuk istirahat mengenal kebiasaan-kebiasaan warga setempat pada acara pernikahan. Dari logat bahasa mereka sepintas terdengar seperti logat orang Minang. Kekeluargaan dan tolong menolong di sini masih sangat kental. Saudara-saudara yang berada di dusun lain jauh-jauh hari sudah datang untuk membantu persiapan. Mulai dari membuat kue, menyiangi ikan, merebus ayam, dll. Terus terang saja, kebiasaan seperti ini saat saya masih SD juga sangat kental di keluarga Mama. Namun, seiring berjalannya waktu dan berkurangnya waktu luang keluarga dan kerabat dikarenakan kesibukan kerja dsb, maka kebiasaan-kebiasaan itu mulai berkurang. Misalnya, masak makanan untuk hidangan tamu dulu dikerjakan sendiri oleh keluarga, sekarang sudah tinggal pesan saja di catering; kue yang biasa dibuat sendiri, sekarang sebagian sudah bisa dipesan dengan pembuat kue khusus. Tetapi, sejauh ini tidak mengurangi nilai-nilai kekeluargaan.

Rencana untuk hunting foto selama di Pagaralam juga tidak bisa dilakukan, karena pengantin wanita harus direm untuk berkendara hehehe. Beberapa foto saya ambil di sekitar TKP dan di perjalanan.

Travel dan tempat istirahat di Cambai, Prabumulih

Jalan di depan rumah mbak Cici

Sore senja di depan mata

Salah satu sudut kota Pagaralam

Anyway, barokallah untuk Elsi Santi aka. Cicisilent dan Iman Sulaiman atas pernikahannya, semoga barokah dan dikaruniai banyak anak dan banyak rizki… amiiin… hehehe

Advertisements

3 thoughts on “Jalan-Jalan

  1. Assalamualaikum Indah..

    waah.. kedua orang tua saya juga berasal dari Pagaralam, kota yang terkenal sejuk serta kemolekkan Gunung Dempo.. Tapi mereka merantau ke Bengkulu tepat setelah mereka resmi menikah, dan dikota itulah aku lahir. Sekarang aku sedang hijrah ke Padang untuk melanjutkan studi (maaf-maaf, jadi ikutan curhat *curcol) 😀

    ini adalah kunjungan pertama saya,
    keep in touch yaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s