Serial Perak

Ini bukan tentang medali perak, bukan pula koin perak, apalagi cincin perak. Ini tentang usia. Dua puluh lima tahun sudah hari ini, tepat di hari kamis tengah siang bolong tanggal dua puluh tiga Januari seribu sembilan ratus delapan puluh enam silam saya dilahirkan ke muka bumi.

Ah, hidup ini sebentar saja kawan. Saat ini saya duduk di tepi ranjang sang nenek, melihatnya terbaring lemah. Dia yang dulu bersemangat memasak masakan kesukaanku kini sudah tak berdaya. Hidup ini sebentar saja kawan. Rasanya masih belum lepas dari ingatan pertama kali menjejakkan kaki di taman al quran, pertama kali belajar membaca Quran. Rasanya baru pekan lalu aku menikmati masa jaya di SMP, atau baru kemarin lusa menikmati masa remaja di bangku SMA.

Dan bila dirasa-rasa, waktu itu cepat sekali berlalu. Di hari yang bersejarah dalam hiduku hari ini, perenunganku dalam mengais sebanyak-banyaknya kebaikan di sisa usia yang Allah berikan, sisa usia yang tidak diketahui jumlahnya.

25 tahun berlalu, Tuhan… jadikan aku manusia yang lebih baik!

 

Sumber gambar : gugling aja

Me!

Advertisements

7 thoughts on “Serial Perak

  1. tengah siang bolong Ndah?! hahaha :p

    Met milad dah… dak papo yeh walo telat, mano dak tau. (ninja)

    pokoknyo wish you all the best bae lah… moga wisudanyo lancar, moga co-ass nyo lancar, moga segera naek pelaminan jugo yeh, amiiiiiin Ya Rabb…

    *oot, duit selawe tuh lucu pulok, jg inget jaman SD mbeli permen rego duo selawe. (lmao)

    *oot lagi, seneng nian liat foto2 indah yg bagian bawah tuh, masih cupuuuu =)) #kabur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s