Bodoh!

Pernah merasa bodoh setelah berbuat baik? atau, pernah merasa bodoh setelah begitu carenya memperhatikan seseorang? mungkin, Pernah merasa bodoh setelah melewati fase pengorbanan malah jadi makan hati?

ya, mungkin kamu kurang ikhlas…

Kembali, saya menulis karena bahasa verbal saya yang kurang baik, tidak lebih baik dari sepatu balet warna krem punya saya yang dekil dipakai tiap hari.

Suatu hari seorang sahabat saya sedang tertimpa masalah. Masalahnya agak rumit dan complicated. Tidak bisa dijelaskan sehebat tambalan single veneer composite satu kali kunjungan (apasiyh??!!). Ya, kira-kira permasalahannya dia dengan seseorang yang berasal dari daerah Jawa Barat dan sekitarnya (Bogor-Jkt). Masalah dengan orang ini sudah berulang kali. Hingga saat klimaks penyelesaian masalah saya genggam tangannya dan berkata mendesak, “Tolong berjanjilah pada saya, tolong berjanjilah jangan keluar Palembang sebelum dirimu menikah!”, ia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Alhamdulillah… perasaanku lega, kawan!

Dan hari ini, sekarang ini, dia sudah menginjakkan kaki lagi di Jakarta. Hmm.. iya sih, untuk kuliah, menuntut ilmu, mungkin sambil ngajar juga seperti pekerjaan dia sebelumnya. Pergi tanpa pamit! Tanpa kabar! Dan ingkar janji! (menurut saya). Maka dari itu saya agak kesal, marah, sampai rasanya bising mendengar namanya. Lalu, sekonyong-konyong perasaan ‘bodoh’ itu menyergap!

Siapa sih kamu?! Sudah berbuat apa kamu ini?! Sudah berkorban apa?! Sudah se-care apa?! Sudah sesayang apa sama sahabat?! Seperti apa bantuan yang kamu berikan?! Kamu itu sudah kenal betul belum dengannya?!

Pertanyaan itu terlemparkan bertubi-tubi ke diriku… Membuat sadar, perasaan merasa penting ini terbanting, mental, terhempas, pecah!

iya, ternyata aku bukan siapa-siapa. Ternyata gak ada yang ku perbuat. Ternyata aku gak berkorban apapun. Ternyata aku masih belum bisa care. Ternyata aku gak bisa sayang dengannya dalam kondisi apapun. Ternyata aku belum memberikan sedikit bantuan apapun. Ternyata aku belum kenal betul dengan dirimu kecuali hanya namamu dan alamat rumahmu.

Dan aku benar-benar bodoh sudah sedikit banyak mengatakannya “sang merpati ingkar janji“. Sementara aku tak berbuat apapun. Maafkan aku kawan…

Dan aku merasa bodoh jika harus menambah sahabat lagi, sementara kawan yang ada pun, belum mampu ku berikan persahabatan terikhlas, terbaik.

Aku Bodoh!

 

Advertisements

One thought on “Bodoh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s