Saya (lagi ketularan bikin puisi)

Suatu hari saya berjalan, ringan saja.

Saya amati geraknya dari balik rak-rak buku yang tak berdebu itu.

Rak itu tak lagi berdebu.

Saya bisa melihat ransel kumalnya sekelebatan,

kemudian ia berbalik dan bertanya, “Hei ada apa?”

Aku terkesiap, cuma geleng-geleng kepala.

Pernah kau merasakan begitu penuh hatimu,

walau hanya melihatnya dari belakang, atau menyusuri siluetnya dari balik rak buku?

Dan kalimat yang keluar dari mulutku lirih, “Ia pasti akan mati! pasti!”

Seketika cinta merona di hati gugur. Dan kau tahu,

cinta manusia tiada abadi.

Hanya cinta-Nya saja.

6 Oktober 2010

Advertisements

5 thoughts on “Saya (lagi ketularan bikin puisi)

  1. waw, bolehlah puisii….
    dari dulu aku linglung menangkup definisi puisi
    dari sastra tradisional sampe modern
    berubah dan terubah..

    wah, bolehlah puisiii..
    pun saat ini bingung apalagi apalagi
    dari blogku izar-zone ingin berbagi
    wah, puisi ini tambah buatku linglung jatuh dari definisi..

    WAW, Bolehlah wkwkwkw.. mampir ke blogku.. ^o^…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s