Sebuah Kecewa

when sad standing beyond me

Saya sedang sedih, kawan. Sejak kamis lalu, dan hari ini puncaknya. Alangkah mudahnya orang berprasangka, bahkan pada saudaranya sendiri. Saya kecewa, kawan. Seolah penjelasan panjang tak cukup untuk mengenyangkan mulutnya. Dan kekecewaan ini melahirkan air mata yang mendarah, dan nafasku sesak sampai ubun-ubun. Kekecewaanku berhamburan di tengah kertas-kertas yang berhamburan mengelilingi persemayamanku. Jangan lupa, setiap kalimat yang meluncur dari lidahmu selalu didengar malaikat.

Seandainya engkau sudah lelah berjalan bersamaku, maka pergilah, temuilah cita dan harapanmu di tempat lain. Seandainya engkau sudah bosan dengan segala ulahku, maka berlalulah, dan semai cintamu di tempat lain. Ketahuilah, aku masih di sini dan seperti ini tanpamu. Namun, aku juga masih mampu berubah tanpa dirimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s