Emang Jakarte Punye Siape?

Judul : Emang Jakarte Punye Siape? Behind The Scene Pilkadasiana
Penulis : Dedi Supriadi, dkk.
Penerbit : Enno Media

Buku EJPS (yang saya pinjam dari seorang sahabat) ini adalah buku keroyokan yang ditulis oleh kader PKS wilayah DKI Jakarta yang isinya mengisahkan tentang suka duka pengalaman selama masa Pilkada di DKI Jakarta. Masih inget (mungkin), Pilkada yang dengan dua kubu calon yang saat kampanye maupun itung-itungan suaranya sangat bersaing alot. Saking alotnya, berbagai usaha jor-joran dilakukan, penyebaran isu, fitnah, menggelembungkan DPT (Daftar Pemilih Tetap), dan lain-lain. Kadang, ketua KPPS tempat pemilihan yang sudah dilirik-lirik timses, atau bahkan mereka para pejabat setempat yang sudah dipesankan duluan, bersikap tidak adil saat berlangsungnya pemilihan. Ada juga yang ketua KPPSnya (maaf) bodoh, yang mungkin bisa saja dipilih secara acakadul agar suara-suara di daerahnya dianggap tidak sah. Nah, diantaranya buku ini menceritakan beberapa pengalaman kader yang terlibat langsung, mulai dari yang lucu sampai yang tegang, yang membahagiakan sampai yang mengelap air mata. Berikut saya tuliskan salah satu kisahnya.

Argumen Dipatahkan, Petugas Lapor Ke Polisi

Sore itu, warga Bungur mendapat tontonan gratis di lapangan dekat kelurahan. Pasalnya ada perdebatan sengit antara warga setempat dengan petugas PPS terkait Daftar Pemilih Tetap yang tak kunjung di duplikasi. Parahnya, inisiatif sebagian warga untuk meminjam DPT justru dihalang-halangi oleh petugas.

“Bukannya DPT sifatnya terbuka, warga boleh-boleh saja tahu,” ujar Ismail maju ke barisan petugas yang sejak tadi melarang.

“Kamu jangan macam-macam deh. Kalo nggak bisa, ya tetap nggak bisa,” gretak petugas PPS.

“Lha, kami ini berhak untuk mengetahui. Kan ada undang-undangnya. Dalam peraturan mengenai Pilkada baik UU no. 32 dan peraturan yang dibuat KPU, tidak ada yang menyatakan DPT tidak bisa diakses oleh warga. Menurut Peraturan No. 4 pasal 20 ayat 1, sifat dari DPT adalah terbuka dan boleh disampaikan pada warga.”

Meski sudah disampaikan dasar hukum yang jelas, petugas masih saja menghalangi warga mengakses DPT. Bahkan aparat keamanan ikut datang memenuhi lapangan yang ramai jadi tontonan warga. Akhirnya, DPT berhasil diperoleh warga, dan ngobrol-ngobrol pun diteruskan, sambil menunggu penggandaan DPT di tempat foto kopi selesai.

Masalah kembali datang ketika berkas DPT dikembalikan. Datang petugas dari KPUD Jakarta Pusat yang meminta paksa duplikat DPT dikembalikan.

“Anda jangan memaksa. Yang anda tuntut itu nggak punya dasar hukumnya,” tegas Ismail.

“Pokoknya ini keputusan dari KPU!” ujar petugas KPUD Jakarta Pusat gusar karena tidak melihat landasan hukum yang kuat untuk mengembalikan DPT.

“Wah, kalo pake ‘pokoknya’ susah Pak! Kita negara hukum, bukan negara pokoknya!”

Adu argumen pun terus berlanjut hingga azan maghrib berkumandang. Ismail akhirnya mengultimatum, “Begini saja Pak, rumah saya terbuka 24 jam untuk Bapak mengambil duplikat DPT. Tapi, bapak harus tunjukkan landasan hukum yang melanggar DPT diakses oleh masyarakat”. Ismail pun melenggang pulang meninggalkan anggota KPUD Jakarta Pusat di lapangan.

Sekali lagi, urusan Ismail rupanya memang tidak selesai sampai azan berkumandang. Tidak senang dengan perlakuan tegasnya, Ismail pun dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan pencurian.

“Yang saya curi itu gak ada, karena DPT itu sudah dikembalikan, dan penggandaan itu pun atas izin ketua PPS!” pungkas Ismail dengan puas.

———

Setelah genap membaca buku ini, rasanya ada yang hangat di ujung-ujung kelopak mata, ada rasa haru biru dan bahagia bercampur di tiap judulnya. Beginilah perjuangan. Sudah ikhlaskah, sudah bersihkah, sudah istiqomahkah, sudah tawakkalkah, sudah berikhtiarkah, sudah berazzamkah? Dan mari, kita perbarui niat kita dalam menapak tilas kehidupan yang hanya sekali ini saja. Mari berjuang tanpa henti!!

Sabarlah wahai saudaraku ‘tuk menggapai cita
jalan yang kau tempuh amat panjang,
tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku, kemenangan kan menjelang
walau tak kita hadapi masanya,
tetaplah Al Haq pasti menang

Tanam di hati benih iman sejati, berpadu dengan jiwa robbani
tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
‘tuk tegakkan kalimat ilahi

Pancang tekadmu, jangan mudah mengeluh
pastikan azzammu s’makin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang haq dan pasti

(Izzatul Islam, Jalan Juang)

Advertisements

3 thoughts on “Emang Jakarte Punye Siape?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s