Bulu Mata

“Mbak, saya gak dipakaikan bulu mata palsu ya?”, tanya seorang pengantin kepada penata riasnya.
Penata rias tersenyum sambil menjawab, “Nggak mbak, kami tidak memakaikan, sebab secara syari’ah bulu mata palsu tidak dibenarkan pemakaiannya”, jawab sang penata rias dari salon kecantikan khusus muslimah.

Mendengar percakapan itu, saya tersenyum. Ternyata ada banyak perempuan yang belum tahu bahwa memakai bulu mata palsu itu tidak dibenarkan, ya hukumnya haram. Lho kenapa haram segala??

Nah, sebelum menapak pada penjelasan, terlebih dahulu kita lapangkan dada kita untuk dapat menerima penjelasannya secara syariah. Ada banyak penjelasan yang saya dapat dari blog ini. Namun di sini akan saya kutip beberapa hadist saja.

Bagi wanita, mempercantik diri adalah hal yang biasa bahkan menjadi kebutuhannya.  Islam memandang jika tujuannya untuk menyenangkan hati suami maka itu akan dinilai sebagai ibadah. Mempercantik diri, selama dengan cara yang wajar dan tanpa merubah ciptaan Allah Ta’ala dalam diri kita, tidaklah mengapa. Namun, ketika sudah ada yang ditambah-tambahkan atau dikurang-kurangkan maka itu terlarang, sebab seakan dia tidak mensyukuri nikmat yang ada pada dirinya. Itulah yang oleh hadits disebut‘Dengan tujuan mempercantik diri mereka merubah ciptaan Allah Ta’ala.’

Bagaimanakah bersolek yang terlarang? Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah memberikan panduannya untuk kita.

Tegas Sekali Larangan Itu

Berikut ini adalah berbagai riwayat tentang bersolek yang bisa menurunkan laknat Allah Ta’ala atas pelakunya. Diriwayatkan oleh beberapa sahabat nabi seperti Abu Hurairah, Aisyah,  Asma, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, dan Mu’awiyah. Berikut ini adalah beberapa hadits tersebut.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لعن الله الواصلة والمستوصلة، والواشمة والمستوشمة

“Allah melaknat wanita   penyambung rambut dan  yang disambung rambutnya, wanita  pembuat tato dan yang bertato.” (HR. Bukhari [5589, 5602] )

Nah, jadi berhias adalah hal yang dianjurkan kepada istri di hadapan suami. Sedangkan tata cara berhias tersebut harus sesuai dengan tuntunan syar’i, tidak menyerupai wanita kafir, tidak mengubah ciptaan Allah dan tidak menyerupai dengan laki-laki. Adapun memakai bulu mata palsu adalah termasuk tadlis dan termasuk mengubah ciptaan Allah, sama seperti halnya menyambung rambut. Sama juga seperti mencabut/mencukur alis untuk merapikan termasuk di dalam larangan hadis mencukur alis mencukur alis secara umum.

Dari Abdullah bin Mas’ud RadhiyAllohu ‘anhu, dia berkata :”Alloh Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta dicukurkan alisnya, wanita yang minta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Alloh”.

Jadi, ‘ilat (sebab) dilaknatnya perbuatan-perbuatan ini adalah karena demi kecantikan mereka telah merubah ciptaan Allah Ta’ala yang ada pada diri mereka. Maka perbuatan apa pun, bukan hanya yang disebut dalam riwayat-riwayat ini, jika sampai merubah ciptaan Allah Ta’ala demi tujuan kecantikan adalah terlarang, seperti menggunakan bulu mata palsu.

wallahu’alam bishshowab

sumber gambar via google

Advertisements

6 thoughts on “Bulu Mata

    • Yang saya tahu mbak/mas, memakai behel itu tidak ada hukum syari’at yg mengatur. Adapun yang jelas tidak boleh adalah meratakan gigi dengan cara mengikir/digrinding, sedangkan penggunaan kawat behel itu fungsinya merapikan tata letak gigi.
      wallahu’alam

  1. Kalau begitu apa hukumnya profesi tata rias pengantin ? yang juga merias selain pengantennya dengan tujuan agar tampil secantik mungkin, yang pasti tidak hanya untuk dilihat suami tapi untuk dilihat banyak orang.

  2. Mbak, bagaimana dengan scaling gigi? scaling ditujukan untuk membersihkan karang gigi, dan caranya dikikis (saya bukan dokter gigi, tapi sudah pernah scaling jadi mohon koreksi kalau ada yang tahu lebih tepatnya).

    • Scalling gigi dilakukan dengan cara mengikis dan melepaskan kalkulus atau karang gigi yang melekat. Karang gigi tidak termasuk dalam bagian gigi. Justru dengan scalling, akan membersihkan karang gigi dari gigi, dan gigi lebih sehat. Scalling dilakukan dengan tidak mengikis gigi, karena alat yang digunakan sifatnya getar (getaran ultra sonic)
      Makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s