Jangan Paksa Saya Menulis Fiksi

Picture catched by Anton DC

Saya mau jujur…

Saya punya keminatan pada dunia fiksi, ditambah lagi ada beberapa penulis yang berkesempatan datang ke Palembang dua bulan silam yang makin membuat gemas. Ada banyak kontes menulis cerpen yang membuai keinginan terpendam saya menjadi penulis. Namun kaku lidah saya begitu sampai di lembar office bila tiba saatnya menuang ide. Tulisan fiksi saya biasanya tak lebih dari dua lembar, itu pun baru pembukaan, belum sampai isi. Hehe.. setelah beberapa kali ‘dipaksa’ menulis, akhirnya saya menyerah, umm.. mungkin tepatnya berhenti untuk saat ini. Jangan kalian pikir lantas saya akan beralih membuat tulisan non fiksi. Owh, tidak kawan, tidak juga di non fiksi.

Mungkin saya begini saja dulu, jadi blogger sejati (yang pasti), jujur dengan keadaan, melaporkan hasil pandangan mata, membuat komentar-komentar situasi, memberikan bahan referensi, dan tips. Tidak, tulisan ini tidak ada nilai komersilnya. Hanya eksistensi diri, bahwa saya pernah hadir di dunia mayapada ini.

hasil curcol tengah malam setelah berusaha keras menyambung cerpen.. hee.. tidur ah..

Advertisements

5 thoughts on “Jangan Paksa Saya Menulis Fiksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s