Review Novel Bumi Cinta

Judul : Bumi Cinta

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit : Author Publishing, 2010

Harga : Rp 46.500,- (ini harga pameran, rata-rata Rp 50.000,-)

Di sela-sela repotnya menelaan beberapa jurnal untuk pendukung skripsi, saya sempatkan setiap hari membaca beberapa bab novel Kang Abik *edeww*. Sejak dibelinya buku ini di KG-Fair (29 April 2010), baru hari ini bisa kelar, hehehe.

Berkisah seorang Muhammad Ayyas, mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di India, dan mempunyai tugas riset S2 di Rusia. Jadi novel kali ini mengambil setting di Moskwa, Rusia. Bukan di Mesir atau daerah Timur Tengah lainnya. Kalau tahun lalu saya membaca novel Negeri Van Oranje yang menggambarkan detil Negeri Belanda, nah di novel ini menceritakan keindahan Rusia di musim dingin. Seorang Ayyas yang pernah berkuliah S1 di Madinah, selama ini hidup di negara yang sangat kondusif untuk suasana keimanannya, namun kali ini ia akan dibenturkan dengan kenyataan negara tempat ia melakukan riset merupakan negeri yang paling menjunjung tinggi seks bebas dan pornografi. Di sana, ia tinggal bersama dua orang nonik Rusia yang jelita, Linor seorang zionis yahudi yang menyamar menjadi wartawan, dan Yelena yang atheis berprofesi sebagai pelacur. Godaan ternyata tidak hanya datang dari dua wanita di apartemennya, tapi juga dari dosen pembimbing pengganti yang bernama Anastasia seorang doktor muda berparas cantik dan cerdas serta penganut ortodoks yang taat.

Kisah nabi Yusuf juga seolah meliputi diri Ayyas. Saat digoda oleh Linor untuk melakukan zina. Ayyas marah dengan kelancangan Linor yang menelusup masuk ke kamarnya, dan segera ia kendalikan kondisi. Ayyas menangis sejadi-jadinya dalam ringkuh doa taubat di atas sajadah, air matanya tak pernah kering selama ia di Rusia. Dengan doa sepanjang malam itulah ia bangun kekuatan iman dan ruhnya. Yelena dan Anastasia juga nyaris menceburkannya dalam dosa. Saat kesempatan datang, Ayyas segera angkat kaki dari apartemen tersebut, dan pindah ke apartemen salah seorang guru yang mengajar di sekolah KBRI. Tidak hanya cobaan wanita yang menghantam Ayyas. Nyaris saja Ayyas dituduh sebagai teroris yang membom Metropole Hotel.

Dari perjalanan Ayyas yang rumit di Rusia, riwayat hidup Linor dan Yelena pun diceritakan panjang lebar. Usai pemboman Metropole Hotel tersebut banyak yang berubah dari diri Linor, dan Yelena, juga Devid teman SMP Ayyas yang menjemputnya pertama kali di Bandara Sheremetyevo.

Kang Abik menceritakan Ayyas secara sempurna layaknya Fahri dalam novel Ayat-Ayat Cinta, rasanya agak rikuh bila melihat ada lelaki sesempurna itu, impossible mungkin, walaupun sosok seperti itu sebetulnya bisa jadi ada, bukan sekedar ‘tokoh’ sempurna yang diciptakan dari tangan Kang Abik. kalau ada juga mungkin bukan jodoh saya, *kriuk!*

Ada hal-hal menarik dalam novel ini, antara lain novel ini mengingatkan kita akan pentingnya shalat tepat waktu, memperbanyak zikir, wirid, membaca hadist, dan membaca karya-karya orang sholeh yang penuh hikmah. Lalu di novel ini juga mengingatkan betapa penting arti sebuah niat ketika kita hendak melakukan hal apapun. Saya kutip kalimat ini, “Jika pagi datang, orang yang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya. Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah padanya” (Ibnu Athaillah). Kutipan ini menunjukkan betapa pentingnya merangcang program harian, bulanan, bahkan tahunan. Namun lebih dari itu, sangatlah penting memohon kekuatan dan keberkahan atas apa yang akan dikerjakan.

Di sin juga diceritakan banyak sejarah-sejarah Rusia, dan yang menariknya adalah sejarah Linor yang dikaitkan dengan sejaran pembantaian Sabra dan Shatila 1982. Pengkondisian karakter yang pas, menurutku. Jadi seperti based on true story tapi memang gak juga sih. Yang pasti, sejarah-sejarah yang dikisahkan berdasarkan riset sebenarnya. Selain sejarah, ada scene yang mengisahkan Ayyas pada seminar dan talkshow di tv, membahas tentang konsep ketuhanan, bahasannya cukup lengkap dan padat makna.

Berikut visualisasi keindahan Moskwa yang dideskripsikan di dalam novel.

Ini adalah Bandara Sheremetyevo, kali pertama Ayyas tiba di Rusia

Apartemen Kwartina, tempat tinggal Ayyas bersama Yelena dan Linor

MGU, Universitas kebanggaan masyarakat Moskow

KBRI di Moskow

Stasiun Metro Smoleskaya, lihat kemegahannya

Stasiun Metro Kievskaya, sebuah keanggunan yang berkelas

Stasiun Metro Komsomolskaya

Blue Mosque, satu dari 5 buah masjid di Moskow

Gereja St. Basil di Red Square (lapangan merah)

Hotel Metropole yang menjadi sasaran pemboman dalam novel ini

semua gambar saya kopi dari blog ini

Advertisements

21 thoughts on “Review Novel Bumi Cinta

  1. Hehe, jujur aja, saya udah beli nih novel sebulan yang lalu, cuman belom saya baca ampe sekarang. 😀 Kebiasaan buruk saya, beli dulu novelnya baca belakangan. 😆

    *sampe saat ini ada 5 novel yang ngantri buat dibaca*

  2. @eriek : boleh be om.. 😀
    @asop : karena gak sengaja baca review dr teman, kebetulan buku baru, kyknya menarik, lalu ku beli. Di rak ku jg masih ada beberapa buku cerita yang ngantri minta dibaca, bahkan masih terplastik sempurna hehehe *ditimpuk!*

  3. saya telah baca novel karya kak abik ini..sungguh luar biasa..crita yg sangat sempurna..banyak hal positiv yg bs di dapat dr novel ini..semoga saya bs menjadi manusia yang di tokohkan spt muhammad ayas dlm novel bumi cinta.

  4. assalammualaikum..
    saya sangat mungagumi karya kang abik, setiap novelnya selalu saya baca dan saya miliki.
    sayang ketika saya sangat bersemangat membaca novel yang berjudul BUMI CINTA sampai di halaman 314 saya justru tidak menemukan lagi 33 halaman lanjutannya. saya kecewa sekali..siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan cetak novel ini? apakah penerbit BASMALA atau toko buku tempat saya membeli?
    semoga ada yang bisa menjawab ini..

  5. @mb Dina: sayang sekali, banyak juga halaman yang hilang. Coba aja mb segera komplain ke toko bukuu tempat membeli, nah dari sana coba tanyakan apakah bisa tukar di toko buku bersangkutan, atau minta tlg toko buku itu menghubungi penerbit/distributor. Yang jelas kesalahan seperti itu ada di percetakan. Semoga bermanfaat

  6. ini yg paling daku suka dibandingin AAC dan KCB, walo memang endingnyo buruk. suka karena settingnya di Rusia, bukan di Arab sperti AAC dan KCB (biasa bgt kl novel ini lg2 settingnya di Arab). Tokoh Ayyas jg selalu menampilkan sisi bahwa dia hanyalah manusia biasa, yg imannya bisa tergoda kapan saja. terus bikin kita jd punya pengetahuan lebih soal sejarah islam dan konsep ketuhanan.

    • kalo Indah, baik Bumi Cinta, AAC maupun KCB, punya kunikan sendiri-sendiri. Kesamaannya adalah, bahwa saya menyukai cerita yang memberikan gambaran detil atau deskripsi kondisi di sana, sehingga kita tidak perlu pergi ke Rusia untuk melihat lapangan merah, tidak perlu pergi ke Mesir untuk melihat indahnya Alexandria. Ya mungkin sama juga kayak Indah baca Harry Potter dulu, cerita yang membuat kita membuat sendiri tokoh-tokoh imajinasi dalam otak kita. Dan ternyata ketika di-film-kan, deskripsi dalam novel Harpot itu tidak jauh beda dg yang saya bayangkan. Buatku, itu membuktikan kehebatan penulis dalam berimajinasi dan mengajak orang berimajinasi atas deskripsi detil yang ia buat.
      Demikian.. ^_^

  7. Saya kutip kalimat ini, “Jika pagi datang, orang yang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya. Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah padanya” (Ibnu Athaillah)

    salam kenal… thanx ya ulasannya ttg novel ini.. pertama kali liat di toko buku, males beli karna jarang yg ngulas novel ini, dan ternyata ada juga yg review.. dan terus terang… dengan review ini saya bersyukur alhamdullaih tidak membeli buku ini.. karena sang Penulis belum mendapatkan “pencerahan” dengan model/gaya tulisan yang lain… (Sory Banget ya.. hehehehe) oya soal kutipan… diatas bener2 deh, ternyata udah ada yg ngomong duluan ttg hal diatas, cuma kalo saya lebih “fatal” , yakni setiap fajar menyingsing apakah tuhan akan memberikan jalan yang berliku, atau jalan terjal kepada setiap langkahku.., dan dampaknya membuat saya “tertawa”, mengingatkan pada ucapan Cak Nun, bahwa kalo boleh saya mau menambahkan satu nama lagi buat ALLAH dalam ASMAUL HUSNA, yaitu Yang MAHA HUMOR, karena “Kelucuan”2 DIA dalam mengendalikan Hidup CiptaanNYA.. HAAHAHAHH, JUST Share.. thanx..

  8. Saya justru malah ingin lihat wanita Russianya..
    Mereka adalah mantan Miss Russia..salah satunya mantan Miss World 2008 yang berperan sbg Yelena..
    😛

    Tp sepertinya seru juga membahas tentang Islam di begara eks.Komunis terbesar ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s