Gigiku, Gigimu

Beberapa tahun silam, yang saya pelajari dalam matakuliah Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat adalah mengenai pencapaian Indonesia Sehat 2010. Seharusnya, goals yang ingin dicapai sudah terpenuhi. Namun sekarang, pandangan tujuan kita berubah fokus pula pada MDGs 2015 (Millenium Develepmont Goals), terkhusus di bidang kesehatan. Kembali dikerucutkan, maka didapat profil penyakit gigi dan mulut di Indonesia yang terbesar adalah karies. Berdasarkan penelitian seorang ahli dari Jepang yang meneliti tentang usia kemunculan streptococus mutans pada anak-anak di Jepang dimulai pada usia 2 tahun. Namun, ketika penelitian ini dikembangkan di Indonesia, bakteri streptococus mutans yang menjadi penyebab timbulnya karies, muncul di mulut mulai dari usia enam bulan, bahkan kurang.

Sudahkah kamu menyikat gigimu hari ini?

Silahkan jawab masing-masing. Anda pasti sangat mengenal slogan “menggosok gigi minimal dua kali sehari”. Bisa jadi slogan ini tidak akan berubah sampai saya meninggal nanti (*eh!) Kenapa sih mesti minimal dua kali sehari?? Alasan utama yaitu untuk mencegah timbunan plak dari sisa makanan yang kelak dapat menjadi kalkulus (karang gigi). Plak dan karang gigi ini kemudianlah yang dapat menjadi salah satu faktor predisposisi (pendukung) terbentuknya karies. Menggosok gigi minimal dua kali sehari umumnya diterjemahkan menjadi menggosok gigi setelah sarapan pagi dan sebelum tidur. Nah, sangat penting sekali keutaman menggosok gigi sebelum tidur. Karena, tidur pada malam hari adalah aktifitas yang umumnya paling lama diperankan oleh seseorang, lamanya bisa dari 4-8 jam, dan tidak melakukan aktifitas apapun, termasuk aktifitas makan. Salah satu teori terbentuknya kalkulus menyebutkan, pada waktu tidur, aliran saliva berkurang, urea saliva akan membentuk amonia sehingga pH saliva naik dan menjadi pengendapan garam kalsium fosfat. Jadi, sangat baik bila tidur dalam keadaan mulut sudah bersih (setelah menyikat gigi).

Masih ingatkah, iklan salah satu merk pasta gigi yang ide briliannya (justru) memotivasi orang tua untuk menemani anaknya sikat gigi di malam hari, sampai ada lomba fotonya segala. Nah, hal-hal kecil seperti itulah yang kelak di kemudian hari akan sangat berguna bagi anak, dan tentu orangtuanya juga. Jadi, jangan malas sikat gigi sebelum tidur yak!!

Tentunya kebiasaan menyikat gigi ini (sangat diharapkan) dapat menurunkan tingkat insidensi karies. Lama kelamaan orang akan makin menyadari dan akan makin menyayangi giginya, sehingga tindakan kuratif dikemudian hari tidak akan fokus pada masalah “tambal dan cabut”.

Tanjung Agas

Foto ini diambil tahun lalu saat saya dan teman-teman KKN mengadakan penyuluhan Kesgilut (kesehatan gigi dan mulut) dan sikat gigi masal bersama siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 SDN Tanjung Agas

aa

Tulisan ini juga saya terbitkan di sini

Advertisements

5 thoughts on “Gigiku, Gigimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s