Galau

Apabila telah tiba masaku,
Untuk segera mengakhiri lajangku
Dengan segenap kemampuan Allah berikan
Insya Allah janjiku segera kutunaikan

Tapi bila kuraba dalam hati,
Datang seruntun pertanyaan silih berganti
Adakah semua kulakukan terlalu dini
Berdegup jantung di dada, kendalikan diri

Namun pernikahan begitu indah kudengar
Membuatku ingin segera melaksanakan
Namun bila kulihat aral melintang,
Hatiku selalu maju mundur dibuatnya

Akhirnya aku segera tersadar,
Hanya pada Allah lah tempat aku bersandar
Yang akan menguatkna hatiku yang terkapar
Insya Allah azzamku akan terwujud lancar

By : Suara Persaudaraan

———————————————————–

Tenang kawan, jangan berprasangka dulu terhadap nasyid yang saya dendangkan itu. Beberapa saat yang lalu setelah berselancar ke blognya mbak Niken atau mbak Pita, membuat saya kemudian mereka-reka perihal takdir yang akan terjadi, eiittsss.. bukan meramal, hanya menyusun beberapa rencana sahaja hehe..

Keinginan untuk menyegerakan menikah sudah sedemikian banyak melanda kawan-kawan saya di kampus. Kalau tidak ada diskusi serius, pastilah membicarakan masalah ‘masa depan‘. Ada yang akan menikah bulan Desember nanti, ada yang merencanakannya setelah selesai de-er-ge, ada yang setelah S1, ada yang ‘kapan aja bersedia’, prettt ini orang gak ada itung itungannya hehehee.. peace.. Dan kebetulan saja, sepupu saya barusan menikahi perempuan yang belum juga selesai S1-nya, calon dokter, semester 8. Hmm.. tindakan yang cukup ‘berani‘, batinku. Sampai aku juga meraba-raba hati ini, dimana keberaniannya bersembunyi, baru sekedar mengikrarkan sebuah niat yang belum nampak usaha realisasinya. Tidak kawan, saya tidak akan begitu saja terburu-buru karena terpengaruh, juga tidak akan membiarkan tangan ini terus menulis-nulisi cita-cita semu. Saya akan selalu bersabar dan berusaha untuk bersegera. *hyiiiihaaaa*


Advertisements

7 thoughts on “Galau

  1. Izinkanlah

    Ya Allah… Izinkan daku menjadi sekuntum bungan, Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia, Harum wanginya dengan ilmu agama… Cantiknya karena iman dan taqwa, Namun keindahan dzahirnya kusimpan rapi, Biar menjadi rahasia yang kekal abadi, Bukan perhatian mata ajnabi, Yang menjadi puncak fitnah hati,

    Ya Allah, Timbulkan duri yang memagari diri, Agar diriku terpelihara dari noda duniawi, Yang akan menghilangkan keharuman sejati, Yang akan memudarkan kecntikan diri, Dibalik kekurangan yang tercipta, Bukanlah alasan untuk bermuram durja, Karena setiap yang tercipta ada hikmahnya,

    Izinkan ya Allah agar aku menjadi permata, Tetap menyinar walau di lumpur hina, Tetap berharga walau pun dimana saja, Buat ummah dan juga keluarga,

    Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri, Yang menjadi impian setiap muslimah, Yang indahnya bukan untuk lelaki, Tapi permata buat yang bernama suami….

    😀

    tetap bersabar ya ….

  2. mempersia kan diri agar lebih bersedia :mrgreen:
    semoga penantiannya membawa berkah, dan akhirnya….
    indah pada waktunya,,,
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s