Finding Mino

Berkisah tentang kehidupan Mino Sadewo, suku Jawa asli Solo, tamatan Fakultas Ilmu Komunikasi salah satu perguruan tinggi di Bandung. Mengawali kehidupan sebagai penulis freelance di salah satu surat kabar, dan kemudian diangkat menjadi pegawai tetap di sana. Kalau kamu pernah membaca novel karya Kang Abik, Ayat-Ayat Cinta, maka novel yang ada di samping leptop saya saat ini berkisah mirip. Mino yang sederhana, pandai berkomunikasi, alim (boleh dibilang ‘ikhwan’ banget), gaul dan luwes, serta mempunyai kemampuan menyusun kata-kata yang apik dan menarik (maka itu dia berprofesi sebagai wartawan), and cukup handsome hee.. Dalam novel ini, berkisah empat wanita yang ‘kecantol‘ dengan sosok Mino. Sebutlah pertama Nora, siswa kelas 3 SMA yang unik, rada norak, sugih, dan juga cerdas, yang pada akhirnya tampil anggun dengan balutan jilbab; bertemu dengan Mino di sekolahnya saat hendak mencari data untuk membuat tulisan tentang pendidikan. Kedua Novi, seorang gadis yang ketika pertama bertemu mengenakan jilbab berwarna biru dan rapi (dua paduan yang pas untuk karakter ‘wanita’-nya Mino); kenal pertama kali karena ingin menolong permasalahan salah satu sahabat mereka. Ketiga Novi, teman sekantor yang supel, cerdas, dan centil, yang awalnya tidak berjilbab, hingga akhirnya berjilbab dikarenakan hidayahNya. Keempat Yanti, tetangga di samping rumah kontrakannya yang menjadi secret admirer dan kemudian berterus terang blak-blakan tentang perasaannya. So far, saya tidak akan membahas bagaimana tipe-tipe keempat perempuan tersebut. Menurutku itu tidak substansial dibanding kita membahas Aisyah, Noura, atau Maria pada novel Ayat-Ayat Cinta *ditimpuk*.

Sederhana sekali sebetulnya sosok Mino ini, pria yang tidak berani mengkhayalkan bidadari dunianya. Di novel ini diceritakan Mino yang menganggap hubungannya dengan Nora seperti adik-kakak, hingga akhirnya mungkin Nora mempunyai ‘perasaan’ akan sikap empati dan simpati dari seorang Mino yang lembut hatinya. Terus terang saja, sosok Mino ini sekali-dua kali pernah saya temui di seliweran kehidupan kampus maupun di luar kampus. Buat pria yang merasa cukup ganteng, alim, sholeh, berpenghasilan, supel, maka segeralah menikah untuk mengibaskan segala fitnah hehehehe (malah jadi ketawa ketawa sendiri)

Didi Wahyudi (sang penulis), seorang teman jauh saya dari FKG Unpad dan sedang menempuh Program Magister Hukum Kesehatan (S-2) ini cukup berhasil mengisahkan keluh kesah mahasiswa kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, bahkan kesehatan masyarakat. Betapa pelik dan riweuhnya kondisi di dalam klinik, poli, maupun UGD. Juga penggalan-penggalan artikel yang menuliskan tentang kesejajaran mitra antara dokter, dokter gigi, scientist, perawat, dan manajemen yang merangkul semua. Bahasa yang dipakai sangat renyah dan ringan, membaca novel ini seperti mendengarkan kak Didi sedang memberi taujih, eh maksudnya bercerita (hweheheh).

Saya gak tau apakah novel ini dijual bebas atau tidak, sebab novel ini dibagikan sebagai sovenir di pernikahan beliau, sayangnya saya juga berhalangan hadir sehingga novel ini saya pinjem dari rak seorang sahabat. Jadi kepikiran juga ingin bikin novel yang dilaunching pas hari pernikahan, so sweet…. *hyyiiihaaaa!

NB: buat kak Didi jika baca postingan ini, kalau novelnya ada lebih, saya mau dikasih hehehe 😀

Advertisements

5 thoughts on “Finding Mino

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s