Telat!

“Ma, aku telat..”, kata seorang anak SMP.

“Telat apa? HAAAAAA anakku hamiiillll…!!!”, jerit sang ibu.

Begitulah kira-kira penggalan salah satu iklan provider di televisi. Eh, tapi saya gak ngebahas tentang ‘hamil’ atau ‘provider’nya lho. Tapi kata ‘telat’ yang nyaris tidak ada satu manusiapun tidak pernah tidak berada dalam kondisi seperti ini. Beberapa kali appointment dengan orang-orang penting, bila ‘telat’ maka akan berakibat fatal, apalagi sesuatu hal yang menyangkut keselamatan dan nyawa. Tapi tidak seakut itu keadaannya. Hanya saja beberapa kali ‘ketelatan’ ini kadang kala membuat jengkel, walau dibalik itu semua kita juga dituntut mengerti, paham, dan berbaik sangka. Beberapa kali juga selalu kebagian saya yang harus menunggu lama, apakah itu rapat, janji ketemuan, jalan-jalan, nonton, antri WC hehehehe *ditimpuk. Saya akui, saya memang tidak terlalu pintar, saya juga tidak dapat memberi ide atau kontribusi banyak, yang dapat saya lakukan adalah memberikan apresiasi semampu saya berupa menepati janji agar orang lain tidak menunggu lama disebabkan saya. Cuma itu loyalitas terbaik (menurut saya) yang saya bisa berikan. Untuk urusan waktu, saya memang agak perhitungan. Pernah suatu kali saat menjadi protokoler tamu, ada beberapa teman yang lain minta tolong diantar kesana kemari, dan saya menuruti karena saya melihat ada waktu yang cukup untuk bolak-balik dua kali, waktu yang cukup bukan berarti waktu yang senggang lama. Namun entah mengapa, rombongan pertama yang hendak diantar ini (menurut saya) agak ‘lelet’ alias lamban padahal mereka hanya ngobrol ini itu yang tidak terlalu substansial. Saya menunggu mereka sampai jengah, sampai akhirnya setelah beberapa kali meminta mereka agar lekas, terpaksa saya agak membentak mereka supaya cepat, saya juga berusaha menjelaskan seharusnya mereka juga memperkirakan waktu saya mesti bolak-balik antara satu tempat ke tempat yang lain untuk mengantar dua rombongan.

Kadang setelah agak marah seperti itu saya jadi merasa sangat bersalah, saya menjadi sadar betapa pemakluman dan prasangka baik saya terhadap saudara atau sahabat sendiri masih sangat minim sekali!! Tapi di sisi lain saya juga menimbang, bahwa kalau saya tidak bersikap tegas seperti itu ke depannya mereka akan menyepelekan waktu yang mereka dan saya punyai, padahal waktu tidak sefleksibel yang kita kira. Teruntuk temans dan sahabat-sahabat yang pernah merasa terzolimi oleh sikap saya, saya sangat meminta maaf dari hati yang paling dalam…

Nasiibb… mungkin sudah takdir saya diuji kesabaran dengan menunggu. Semoga saja saya tidak jadi ‘penunggu‘ selamanya huehehehe…

Advertisements

4 thoughts on “Telat!

  1. Budaya “jam karet” di indonesia harus diubah.
    Saya juga termasuk (bukannya sombong) orang yang menghargai waktu. 😀 Sama teman janjian jam 7 pagi, jam 7 kurang 10 saya udah sampai di tempat janjian. Saya begini karena saya nggak suka dibuat menunggu. Makanya, saya berusaha agar orang lain tidak menunggu saya. 😉

  2. Orang Telat bikin kita menunggu. Sedangkan Menunggu (semua tahu) memang membosankan dan bikin garing tp dibalik itu kesabaran kita sedang teruji.. Maaf kalo gak nyambung.. Ma kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s