Hujan

Mau hujan.. hujan-hujanlah sederas-derasnya. Jadi ingat salah satu adegan di film-film India kebanyakan. Begitulah, perasaan saya juga sama. Rasanya ingin berdendang, ingin menari, tapi upss.. saya masih di atas kuda besi ding! Saya hirup udara yang mulai melembab dan mencapai kadar jenuhnya, tanda sebentar lagi akan turun hujan, segar sekali. Sesekali rintik air menerpa kulit yang menutupi hidung dan pipi, dan lama-kelamaan terasa seperti tamparan kerikil-kerikil karena hujan makin deras. Allahumma… Engkau jadikan sore ini begitu indah dan nikmatnya dengan hujan. Tidak salah memang, silaturrahim selalu membuka pintu rizki, menerobos kebuntuan akal, mendobrak jalan buntu, meluruskan niat, menguatkan izzah, menancapkan azzam dan..dan..dan… tak ada kata yang lebih tepat selain ku panjatkan syukur sebesar-besarnya atas karunia Mu. Ya Rabb… himpunkan kami dalam keberkahan.

Advertisements

One thought on “Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s