Bagaimana Bila Sahabatmu Menjadi Calon Presiden?

Masih tentang euphoria kemenangan Barack Obama dalam pesta demokrasi rakyat dari negeri Paman Sam, semarak kemenangannya pun menggelitik sebagian masyarakat Indonesia. Tentunya sebagian sudah tau, karena Barack Obama pernah numpang hidup di Indonesia selama empat tahun lamanya dan bersekolah. Di sela-sela ramainya berita pagi ini di TV tentang kematian Amrozi cs tadi malam, saya menonton berita tentang sahabat-sahabat Obama ketika masih kecil. Teman-teman masa kecilnya ini berkumpul dan membuat foto di dalam kelas dan halaman sekolah mereka, foto tersebut akan dikirim sebagai dukungan teman-teman masa kecil Obama untuk menjadi Presiden AS. Luar biasanya tebaran pesona Obama.

Foto-foto di atas saya dapatkan dari hasil gugling

Nah, pernahkah terpikir olehmu, bagaimana bila teman atau sahabat yang pernah dekat denganmu sekarang mencalonkan diri menjadi Presiden? Kira-kira bagaimana perasaanmu atau sikapmu? Saya sendiri belum pernah merasakan hal yang demikian, sehubungan dengan belum adanya teman saya yang mencalonkan diri menjadi presiden hehehe. Jadi, adakah teman-temanku sekalian yang mau mencalonkan diri jadi presiden? tentunya demi kelanjutan tulisan ini agar saya bisa mendeskripsikan perasaan saya, atau mungkin memberikan sikap dukungan? heheh answer it!

Advertisements

9 thoughts on “Bagaimana Bila Sahabatmu Menjadi Calon Presiden?

  1. ya seneng lah liat orang seneng, gila aja kalo liat orang seneng kita malah susah , jangan – jangan udah kena penyakit SMOS “SENANG MELIHAT ORANG SUSAH” en “SUSAH MELIHAT ORANG SENANG”

  2. Teh Indah… Kalau pertanyaannya diubah jadi: ‘Bagaimana bila kita mencalonkan diri menjadi presiden?’ kira-kira kalo ditanyakan ke diri sendiri gimana, ya?

    Btw, Insya Allah, Teh, kalo merasa mampu, mau, dan didukung, Insya Allah mencalonkan, tapi mulai dari hal yang kecil : Bupati Ciamis!!! Dukung, lho! Hehehe…

  3. :tob:
    saya sebagai seorang reformis akan selalu bersikap biasa saja karena menurut paham saya bahwa tidak menutup kemungkinan seorang sahabat baik kita akan melakukan kesalahan dalam memimpin kelak dan itu perlu kita tanggapi dengan adil (independent) serta tidak memihak.
    lihat, kaji, lawan!
    salam Perubahan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s