Sebatas Mata Memandang

Ini adalah foto lapangan olahraga di Unsri bukit, di ambil di siang hari yang terik, ketika pulang dari Indralaya awal bulan lalu. Kamu tahu, siang hari yang begitu terik sempat-sempatnya saya mengeluarkan K550i saya dari saku, kemudian menjepretnya, pret! Walau panas terik siang itu, namun pohon yang agak rimbun di pinggiran lapangan mampu memberi suasana lain saat menikmati hembusan angin yang sepoi melenakan. Dari sisi lapangan ini yang agak menjulang, terlihat tribun lapangan bola, dan masjid Al Ghozali yang terletak di luar kompleks kampus Unsri bukit. Dari view ini tiba-tiba suasana jadi melankolik, aku berhenti lalu duduk sejenak melepas lelah setelah pulang praktikum.

Ehemm.. sungguh pemandangan yang indah, batinku. Ternyata lapangan yang biasa ini punya sejuta bahasa bisu yang tidak mampu kita dengar, sesuatu yang kasat mata untuk menerjemahkan semua warna yang bergabung menjadi satu kesatuan keindahan penciptaan.

Advertisements

One thought on “Sebatas Mata Memandang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s