Day by Day in Bandung (part 1)

Akhirnya nyampe juga di Bandung! Berangkat hari ahad siang naik bis ternyata memang melelahkan, habisnya sudah lama gak mencicipi naik bis hehe, sekali ini pengen banget nyobain. Gak ada pengalaman yg teramat menarik selama perjalanan. Cuma satu! aku ketemu Venty, teman yang baru ku kenal (cakep dan lucu hehe), ternyata anak Unsri juga di jurusan Tambang ’04, itu pun kenalannya pas lagi nunggu jemputan di pull bisnya.

Senin itu aku istirahat aja seharian di rumah, sambil main-main dengan keponakan. Sorenya jalan-jalan ke pasar terdekat buat nyari kue. Sepanjang jalan yang kami lewati (dengan jalan kaki), banyak banget yang berjualan aneka rupa sandang pangan. Dan yang uniknya, aku ngeliat ada yang jual hamster, gyaaa! seketika aku bersorak, aduh lucunya tuh hamster hehehe sayang ga bisa di bawa pulang ke palembang, lagian aku juga rada alergi dengan hewan berbulu.

Hari selasa, perjalanan pun di mulai. Jam setengah tujuh keluar dari rumah menuju ke Jatinangor. Sampai di sana kira-kira jam9.15. Karena  pergi pagi jadi belum kejebak macet. Sampai jam11 kira-kira selesai mengobrak-abrik perpustakaannya hehehe (lebay..), mulai dari memeriksa katalog sampai nyenggolin tuh cover skripsi satu-satu. Aku ambil dua macam skripsi yang menarik minatku, satu dari bidang anestesi dan satu lagi dari bidang mikrobiloginya. Kalo langsung dari bagian BM, terus terang aja yang aku lihat agak kurang menarik, kalau pun ada ternyata studi pustaka atau malah penlit dengan sampel manusia, aduhh bahasan berat.

Setelah dari perpus, kami (aku dan kakak) shalat zuhur di masjid kampus Ibnu Sina, letaknya agak naik ke bukit, jalannya nanjak dan bertangga. Wah, asli lelah banget, aku sampai tersengal-sengal. Pemandangannya indaahhh banget kayak aku (jaaahhh narsisnya). Tapi maaf sodara-sodara saya lupa jepret buat skrinsutnya hehehe…

Ada musibah setelah pulang dari masjid, aku kehilangan dompet! Terakhir kali yang ku inget meletakkan dompet setelah dari perpus, ku letakkan di atas buku di samping kakakku sebelum dimasukkan ke dalam tas lalu ku tinggal sebentar karena mengangkat telepon. Wahh..kepala ku berdenyut kencang; capek, dahaga, lapar, tiba-tiba semua terasa dalam ronga tubuh ini. Astaghfirullah…aku mengucapkannya berulang kali untuk menenangkan diri. Gimana ini, bodohnya aku bisa seteledor itu. Isinya ada duit, KTP, ATM, KTM, SIM. Kalo ditotalin ternyata harga kartu-kartu itu jauh lebih mahal dari duit yang ada. Lantas saja aku berucap berharap, “ya Allah, duitnya ilang gak apa-apa deh, yang penting kartu-kartunya pada balik..”. Ya, aku cobain pasrah aja. Siang sampe ashar fotocopy di depan, sembari ke warnet sejam, lalu ke kosan temen, trus pulang deh. Malemnya aku demem hehe bukan karena kehilangan dompet, tapi karena capek yang numpuk trus juga memang dari awal panas dalam dan sakit tenggorokan, so jadi deh.

Rabu, besoknya aku cuma istirahat karena panas badan naik turun, kaki tangan dingin tapi kepala panas. Hadowh! kacau deh liburanku. Aku merasa berdosa banget, karena dalam safar panjang ini aku pergi tanpa muhrim, naik bis lagi. Allahu ghoffur…ampuni hamba..

Advertisements

3 thoughts on “Day by Day in Bandung (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s